Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Membaca Bersama IDN Times

Tubuhmu begitu halus. Goretan di seluruh tubuhmu begitu indah. Ada yang panjang, ada pula yang pendek. Sekali kusentuh bagian atasmu, kupenasaran untuk menyentuh bagian selanjutnya. Sekali kupandang permukaan luarmu, kupenasaran untuk mengubek-ubek isi dalamnya.

Bagian itulah yang kusukai dari situs IDN Times. Dari berbagai kategori yang disuguhkan, mataku sangat tertarik yang berhubungan dengan buku dan kepenulisan. Ya, dalam kategori Fiction, kontributor IDN Times menggelontorkan segala yang berhubungan dengan cerpen, puisi, buku, maupun cara menulis. Untung air liur ini tidak menetes.

Mungkin sudah ada beberapa buku yang diketahui tapi sisanya belum. Mungkin sudah ada beberapa penulis yang diketahui tapi sisanya belum. Tidak ketinggalan pula tulisan yang mengulas buku nasional atau internasional, begitu juga penulis nasional ataupun internasional.

Ada yang sudah tahu beberapa novel thriller terbaik tahun 2017? Dari beberapa yang disajikan, salah satu kontributor IDN Times menyebutkan judul The Book of Mirrors, atau diterjemahkan menjadi Cermin Muslihat. Dari ulasannya yang hanya empat baris, mataku tertarik pada kata ‘otak’. Pembunuhan dengan memanipulasi otak? Gimana ya seremnya? Seperti di penjara-penjara yang brutal saat menginvestigasi para terdakwakah?

 

 

 

 

Bagaimana dengan novel kriminal? Dari tiga buku yang dihidangkan dan salah satunya adalah penulis terkenal, namun hatiku menjatuhkan pilihan pada buku yang berjudul Deadly Little Secrets. Sepertinya jarang sekali aku menemukan genre kriminal di mana tokohnya adalah anak SMA. Berpikir seperti detektif Conan atau detektif Kindaichi? Sewaktu saya mencari lebih jauh lagi, buku yang dipublikasikan tahun 2012 ini sepertinya lebih berhubungan dengan polisi. Sementara itu, di pilihan judul buku lainnya ada premis yang mirip dengan film Hangout-nya Raditya Dika.

 

 

 

 

Wow, ada juga yang mengulas beberapa buku yang mengandung teori konspirasi. Dari sepuluh judul buku yang disebutkan, mungkin memang yang bertema Iluminati tidak lekang oleh waktu. Semenjak novel Dan Brown yang berjudul Da Vinci Code mewabah dengan teori iluminatinya, novel The Illuminatus! Trilogy yang terbit pada tahun 1975 menyuguhkannya dengan cara berbeda. Ada kata ‘humor’ yang diselipkan pada ulasan ini. Sehumor apa ya isinya?

 

 

 

Setelah yang tegang-tegang, mari menarik napas dahulu. Kita sampai pada novel terjemahan yang akan terbit di tahun 2018. Kontributor ini menuliskannya dalam dua artikel, yang berarti menyuguhkan dua belas judul. Semuanya sangat menarik. Kalau boleh, aku memilih dua di antaranya.

 

Karena mungkin bermarga sama denganku, aku cukup tertarik dengan novel Rich People Problems yang ditulis oleh Kevin Kwan. Bagaimana sih kehidupan orang-orang kaya di China? Ternyata novel ini lanjutan dari dua seri sebelumnya, dan dari novel pertamanya Crazy Rich Asians akan ditayangkan di bioskop.

 

Satu lagi adalah lanjutan dari tujuh novel seri sebelumnya. Sudah bisa menebak dong kalau membaca atau mendengar ‘tujuh novel berseri’? Ya, apa lagi kalau bukan Harry Potter yang ditulis oleh J.K Rowling? Kali ini bukunya berjudul Harry Potter and The Cursed Child mengisahkan Harry yang sudah berumur empat puluh tahun. Kebayang enggak sih kelanjutan bagaimana dengan anaknya? Apakah seperti judulnya yang ‘terkutuk’ itu?

 

Dalam situasi Indonesia yang memanas mengenai perbedaan, disarankan untuk membaca buku-buku dalam menghargai perbedaan. Kontributor memilihkan tujuh judul buku yang keseluruhannya adalah karya anak bangsa. Ada yang menceritakan perbedaan suku, bangsa, agama, maupun pendidikan.

Salah satu yang menarik perhatian ada novel Salah Asuhan. Bagi yang pernah mempelajari buku-buku dan penulis zaman dahulu, pasti tidak asing lagi dengan judul buku ini yang ditulis oleh Abdul Moeis serta penerbitnya, yakni Balai Pustaka. Bahkan nama penulisnya pun masih dengan ejaan lama. Coba tebak tahun terbit pertama kalinya! Apakah tahun 1928 pembaca sudah ada yang lahir? Novel ini menceritakan penikahan beda bangsa yang tidak disetujui.

 

 

 

 

 

Novel selanjutnya mengenai perbedaan adalah Burung-Burung Rantau karya Y.B Mangunwijaya. Bagaimana kalau dalam sebuah keluarga terdiri dari beberapa bangsa? Bahkan anak sulung di sini diceritakan sudah lama tinggal di Amerika, sehingga kebiasa-kebiasaan ala Amerika pun masih melekat. Bagaimana ya seorang ayah yang merupakan Letnan Jenderal di Indonesia ini bisa memahami keluarga yang berbeda-beda itu?

 

 

 

Ada buku, tentu saja ada penulisnya dong. Siapa saja ya yang akan merilis buku di tahun 2018 ini? Salah satu kontributor menuliskan beberapa penulis nasional dan internasional lho.
Dimulai dari penulis nasional yuk!

Siapa tak kenal Dee Lestari atau dikenal dengan sebutan Ibu Suri? Sudah sejak tahun lalu (2017), ia sudah membocorkan draft novel terbaru di media sosial miliknya. Draft tersebut bahkan sudah memperlihatkan judulnya, yakni Aroma Karsa. Dee mengajak pembaca berkeliling dunia dan merangsang indera penciuman. Hmm… gimana ya hasilnya?

Penulis selanjutnya adalah yang identik dengan Dilan. Siapa lagi kalau bukan Pidi Baiq atau dipanggil Surayah. Apakah Dilan ada novel serial selanjutnya selain Milea? Atau apakah novel selanjutnya akan terbit sesuai bocoran di kultwitnya mengenai Cika? Siapa Cika itu? Mungkin Pidi Baiq memang senang membuat kita penasaran.

Selain itu, ada juga Maudy Ayunda yang akan menelurkan buku keduanya berjudul A Forest of Fables berisi kumpulan dongeng, bekerja sama dengan Penerbit Bentang.
Ada juga Okky Madasari dengan judul novelnya Mata di Tanah Melus.

Ada penulis internasional yang akan merilis dua novel sekaligus di tahun 2018. Wow! Siapakah dia? George R.R. Martin mengisyaratkan akan menerbitkan dua buku Game of Thrones lho. Bagaimana ya kelanjutan isi bukunya?

Kemudian ada pula Victoria Aveyard yang merilis buku ke empat berjudul War Storm yang merupakan serial dari Red Queen. Buku ini bahkan mendapat gelar “#1 New York Times bestselling”.

 

Untuk menutup artikel ini, saya akan menyisipkan sedikit ulasan mengenai salah satu cerpen yang berjudul Keluarga Pendiam. Judulnya sederhana banget tapi cukup menarik perhatianku. Melihat dari kata ‘pendiam’, kukira terjadi karena faktor internal. Atau memang ada sisi introver. Ternyata, di luar dugaan, hal ini terjadi karena isu yang sedang terjadi. Entah aku salah atau tidak dalam hal menanggapi cerpen ini, aku merasa cerpen ini menyindir suatu isu dengan cara yang sangat halus. Mungkin ‘Silent is Gold’ pantas disandang untuk inti dari cerpen ini.

 

Begitulah sekelumit hal yang kusuka dari IDN Times.

Mau banyak pengetahuan? Baca IDN Times saja…

Advertisements
Leave a comment »

Sehat Bersama DokterBaBe

Setelah sebelumnya saya mengulas tentang buku, film (yang lebih mengarah pada kedokteran sebenarnya), dan pengalaman pribadi yang berhubungan dengan kesehatan, kali ini saya akan mengulas tentang situs yang berhubungan dengan kesehatan.

Ada yang pernah dengar DokterBaBe? Ya, sesuai dengan namanya yang menyandang nama ‘dokter’, sudah tau dong apa tugas dokter. Setelah menjelajah isi situs tersebut, saya sendiri saja setuju dengan tagline yang disandangnya, yakni “Situs kesehatan paling terdepan di Indonesia, membahas secara lengkap dan menyeluruh tentang masalah kesehatan dan tips hidup sehat yang sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia.”

Kalau boleh saya tambahkan juga, isinya begitu sehari-hari banget. Apa yang menjadi keluhan kita baik itu ringan atau berat bisa didapatkan di sini. Tampilannya juga eye-catchy­.


Kalangan

kalangan dokterbabe

kalangan

Jangan takut bila kontennya hanya untuk kalangan tertentu. Isinya dibahas dengan gaya bahasa yang ringan kok. Semua umur alias bayi sampai lansia pun bisa membacanya dan mencari tahu kondisi yang mereka rasakan saat ini. Kalau untuk bayi, mungkin bundanya bisa membantu ya. Heheh… Informasi untuk laki perempuan dan tua muda, semuanya ada. Kurang apa lagi coba? Apalagi ada kategori ‘ibu dan bayi’ dan ‘keluarga’, yang siapa tahu para bunda mau mengaksesnya guna mencari tahu informasi kesehatan untuk keluarganya.


pic dokterbabe-edit2

Apa yang dibahas

Yang dibahas hanya bagian fisik saja? Oh, tenang. Bagian psikis juga ada kok. Pembahasan bagian fisik juga tidak hanya bagian dalam tubuh manusia, tetapi juga bagian luar tubuh manusia. Tidak hanya kesehatan, melainkan ada tentang kecantikan juga lho. Meskipun kecantikan identik dengan perempuan, tapi di sini juga ada informasi untuk para lelaki. Kecantikan di sini termasuk rambut, kulit, gigi, wajah, luka, bahkan gaya juga ada. Mau cari gaya baju, gaya rambut, atau gaya kacamata?

Mau tahu informasi tentang suatu penyakit? Baca juga tentang pencegahannya. Seperti kata pepatah ‘Sehat itu mahal’, lebih baik mencegah daripada mengobati kan. Namun, bagaimana jika sudah terlanjur ada keluhan atau penyakit? Situs ini pun tidak segan-segan memberikan solusinya.

Salah satu solusi kesehatan adalah dengan asupan gizi yang baik dan benar. Mau jenis asupan gizi seperti apa? Mau asupan gizi tanpa daging? Atau asupan gizi bagi kesehatan ibu hamil dan janin? Sayuran dan buah-buahan tentu saja mendominasi.


Metode Penyembuhan

Selain asupan, tentu saja yang mempunyai keluhan ringan atau berat tentunya disarankan melakukan metode medis atau berkonsultasi ke dokter. Namun, ternyata ada juga metode non-medis yang disarankan, seperti yoga dan meditasi. Untuk yang punya keluhan psikis, bisa melakukan metode non-medis ini sebagai teknik relaksasi. Namun, saya pribadi pun menganjurkan jika ada keluhan fisik, tidak ada salahnya juga untuk menggunakan metode ini.

Pernah mendengar metode ayurveda? Metode non-medis ini bukan salah satu yang dianjurkan, tetapi salah satu metode yang dibahas di situs ini. Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang metode ini karena tidak pernah mendalami lebih jauh. Seperti yang pernah saya katakan di blog sebelumnya bahwa science itu seperti dua sisi mata uang tetapi masih dalam kesatuan yang utuh. Kazuo Murakami, dalam bukunya Misteri DNA, menerangkan bahwa “di balik day science yang rasional dan objektif (bersifat logos / logika), ada jalan belakang yaitu night science yang mengutamakan intuisi dan inspirasi (bersifat pathos / emosi).”(h.36-37) Nah, saya enggak tahu apakah metode ayurveda ini bisa masuk ke dalam kategori night science secara aman. Namun, khusus untuk yoga dan meditasi saya pun bisa mengatakan hal ini baik bagi peningkatan energi tubuh karena pengetahuannya pernah saya pelajari di klinik kesehatan.


Obat

Kemudian, yang saya suka dari tampilan situs ini adalah di bagian menu yang menyajikan pilihan penyakit, obat, dan kategori. Nah, di bagian penyakit, situs ini mendaftarkan dari A sampai Z. Begitu pula dengan jenis obat. Khusus untuk jenis-jenis atau nama-nama obat ini saya baru menemukannya di situs ini. Lumayan menambah pengetahuan dengan istilah nama obat yang seringkali ada yang susah diucapkan. Selain betadine dan paracetamol yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga, ada pula yang terdengar asing tapi mungkin berguna untuk ke depannya, seperti guaifenesin atau sulfamethoxazole-trimethoprim. Dan tentu saja jika mau lebih memahami daftar panjang jenis obat dari A sampai Z, kalian bisa mengklik kata ‘obat’ di atas.


Konten

Ada beberapa hal unik yang saya baru tahu setelah membaca situs ini berhubungan dengan obat tetes mata. Katanya pernah ada info beredar mengenai obat tetes mata ini yang jika dicampur dengan air putih bisa menjadi obat perangsang wanita? Saya tidak pernah mendengar tentang ini sih, tapi kontennya menunjukkan bahwa pastinya ada gejala-gejala negatif yang terjadi jika menelan obat tetes mata ini.

Ada juga konten yang sebelum membaca ini saya salah mengira. Sebenarnya apa sih yang terjadi pada hidung yang tersumbat? Ada apa sih di dalam hidung sampai kita susah bernapas kalau tersumbat? Kalau selama ini, saya mengira karena ada gumpalan lendir yang menghalangi jalur pernapasan. Mungkin bisa dikatakan setengah benar, karena hal ini sebenarnya akibat dari pembengkakan jaringan hidung dan sekitarnya yang berdekatan dengan pembuluh darah. Di konten ini tidak hanya membeberkan penyebab hidung tersumbat, tapi juga solusi penyembuhannya.

Lalu pernah dengar yang katanya “makanan pokok” anak indekos? Tanpa mendiskreditkan anak indekos sama sekali dan pastinya selain anak indekos juga pasti pernah mengonsumsi makanan ini, di situs DokterBaBe tidak ketinggalan juga menjelaskan tentang bahaya makan mie instan. Untuk menyeimbangkannya-mungkin ada yang sudah tahu-disarankan untuk menambahkannya dengan topping bergizi seperti sayuran dan protein. Di situs lain saya pernah dapat informasi jika tetap ingin mengonsumsi ini minimal dua minggu sekali. Nah, kalau di situs DokterBaBe tidak spesifik disebutkan minimalnya, hanya dikatakan satu atau beberapa bulan sekali. Sedangkan teman saya yang dokter pernah mengatakan malah minimal itu tiga bulan sekali. Yah, intinya tidak boleh sering-sering ya kalau tidak mau terserang sindrom metabolik atau penyakit lainnya.


Konsultasi

Jika masih belum puas dengan artikel yang ada, DokterBaBe menyediakan wadah konsultasi gratis. Di setiap halaman situs (melalui PC / laptop), carilah di bagian bawah. Nah, ada gambar kartun dokter ganteng di situ. Lihat di arah kanan atas dokter yang menyajikan tombol konsul, tinggal diklik, lalu curhat apa saja deh. Kalau mencari via browser ponsel; apapun tampilannya, tombol konsul sudah langsung terlihat di kanan bawah.

Saya ingin menguak beberapa konsultasi yang mungkin bisa mewakili kebanyakan orang.

Ada yang mengalami tubuh kurus tapi pipi chubby? Bagaimana cara meniruskannya ya? Dokter menawarkan cara mengecilkan pipi secara alami. Salah satunya yang paling umum adalah mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan. Sedangkan bila mau instan, bisa dengan bantuan khusus, yang salah satunya adalah dengan sedot lemak atau botox.

Konsultasi lain mengenai pusing. Setiap orang pasti pernah pusing kan? Di sini dokter menjelaskan beberapa penyebab pusing. Ternyata tidak hanya saya saja yang pernah pusing selama tiga hari berturut-turut dan juga pernah selama dua mingguan. Sang penanya sendiri mengalami pusing selama seminggu. Kalau saya boleh menambahkan dari yang dokter jelaskan, seperti apa yang saya jelaskan di blog mengenai sakit kepala, coba kita pikir apa sih sebelumnya yang telah kita perbuat? Atau emosi apa yang pernah ditimbulkan sebelumnya? Karena seringkali apa yang ada di depan mata itulah yang menjadi penyebab pusing itu sendiri. Setelah yang di depan mata itu tidak ada, eh pusing itu dengan sendirinya juga hilang. Itu kalau menurut pengalaman saya yang penyebabnya adalah emosi terhadap seseorang.


Mitos atau Fakta

Sebenarnya DokterBaBe menyajikan beberapa mitos atau fakta berupa artikel. Namun, saya akan mengungkap mitos atau fakta dari hasil konsultasi yang mungkin pernah juga orang lain dengar atau baca.

Ngomong-ngomong tentang obat tetes mata tadi, ada lagi tentang campuran cola dan obat tetes mata. Katanya sih si penanya ini taunya dari suatu forum, tapi saya sendiri belum pernah mengetahuinya. Kabarnya ada khasiat untuk kesehatan bila dua hal itu dicampur. Namun, dokter sendiri memastikan bahwa belum ada penjelasan secara ilmiah mengenai hal ini. Jadi hati-hati penggunaannya.

Pernah mendengar tentang makanan pedas bisa menyembuhkan sariawan? Mungkin si penanya kurang spesifik saat bertanya, karena kan rasa pedas itu tidak hanya dihasilkan satu bumbu tertentu. Bukan ‘makanan pedas’ yang menjadi subjek, mungkin jika lebih spesifik bisa digantikan dengan ‘cabai’. Informasi yang saya dapat adalah cabai mengandung vitamin C. Dan salah satu khasiat vitamin C adalah menyembuhkan sariawan. Mungkin DokterBaBe bisa spesifik juga menanggapi ke ‘cabai’nya daripada yang terlalu umum, seperti ‘makanan pedas’. Jadi berubah pertanyaannya menjadi “apakah cabai bisa menyembuhkan sariawan?”

Nah, terakhir yang lagi heboh-hebohnya nih. Benar enggak sih kalau micin itu bisa membuat otak jadi bodoh? Sebelum ada berita dan info yang mengulas tentang mitos atau faktanya, saya sudah berpikir ‘apa sih hubungannya?’. Semakin ke sini banyak informasi yang mengklarifikasi bahwa micin atau MSG itu tidak berpengaruh buruk pada otak. Namun, di situs ini dokter mengatakan bahwa belum ada penelitian yang menyatakan bahwa micin ini berdampak buruk bagi otak. Yang sudah pasti adalah jika mengonsumsi secara berlebih bisa berdampak bagi kesehatan tubuh dan sebaiknya bisa dicoba bahan alami pengganti micin seperti kecap ikan dan lainnya. Bahkan waktu saya bekerja di klinik kesehatan pun MSG adalah salah satu bumbu yang dipantang karena bisa mengurangi energi dalam tubuh.

segitiga kesehatan

diagram kesehatan

Untuk merangkum semua keluhan yang ada baik berat ataupun ringan, mungkin karena banyak juga yang konsultasi mengenai keluhan yang tak kunjung sembuh, akhirnya DokterBaBe membahas kesalahan yang menjadi penyebabnya. Salah lima yang menurut DokterBaBe merupakan kesalahan penyebabnya adalah obat, makanan, kebiasaan buruk, mitos, beban pikiran. Namun, jika boleh, saya akan melengkapinya.

Kesehatan manusia yang seimbang itu terdiri dari jasmani, emosi, dan spiritual. Jasmani sendiri terdiri dari asupan padat, asupan cair, dan aktivitas. Sebenarnya diagram aslinya itu lebih rumit, tetapi untuk mempermudah, saya pun mempersingkatnya, sehingga terbagi atas fisik, psikis, dan aktivitas.

Fisik, psikis, dan aktivitas ini termasuk segitiga bagian dalam karena pastinya berhubungan langsung dengan tubuh. Sedangkan lingkungan bisa dikatakan berhubungan langsung atau tidak langsung. Nah, yang terakhir ada mitos yang merupakan salah satu ‘kesalahan’ yang disebut DokterBaBe. Namun, saya memasukinya ke lingkaran paling luar karena paling berhubungan tidak langsung.

Bisa dilihat di bagian fisik itu ada asupan padat dan cair. ‘Konsumsi obat dan makanan yang salah’ dari daftar DokterBaBe berarti bisa masuk ke bagian ini. Bahkan, juga termasuk kebiasaan buruk dari mengonsumsi asupan yang tidak berguna bagi tubuh, misalnya junk food. Intinya, hati-hati dengan asupan yang masuk ke tubuh. DokterBaBe menambahkan perpaduan makanan yang harus diperhatikan seperti susu yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan beberapa antibiotik dan obat tumor.

Selain asupan, di bagian fisik sebenarnya ada juga penyakit turunan, hormon, atau gen yang memengaruhi. Beberapa hal ini sering menjadi kambing hitam juga atas beberapa penyakit atau keluhan yang timbul. Namun, jika mau berusaha, sesungguhnya kita bisa melawan supaya berubah menjadi lebih baik. Yoga, meditasi, atau teknik pernapasan relaksasi bisa membantu.

Kemudian di bagian psikis, tentu saja yang berhubungan dengan emosi. DokterBaBe menyebutnya beban pikiran. Namun, yang sering terjadi bukan hanya beban pikiran tapi emosi yang sulit dikendalikan, atau bahkan emosi bawah sadar yang menjadi penyakit. Stres juga termasuk. Untuk bagian ini, saya banyak cerita seperti yang ada di blog sebelumnya. Salah satunya adalah temannya teman orang tua saya yang mengalami tangan kebas, bahkan dokter pun tidak bisa mengobati. Ternyata dia memendam kebencian pada seseorang.

Di bagian aktivitas, terlihat ada tulisan olahraga dan merokok. Ya, kebiasaan buruk merokok masuk ke dalam kategori aktivitas. Pilihannya jadi aktivitas positif atau negatif sebelum penyakit itu timbul. Sebenarnya pilihan olahraga pun bisa menjadi biang penyakit jika terlalu berlebihan dan memilih yang terlalu banyak mengeluarkan energi. Menurut dokter di tempat klinik kesehatan saya bekerja dulu: yoga, meditasi, dan pilates termasuk yang paling aman. Bahkan energi saya sendiri pun meningkat setelah melakukannya.

Masuk ke bagian lingkungan terdapat perubahan cuaca, lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat kerja, lingkungan sekitar individu. Maksud saya berhubungan langsung adalah saat cuaca tak menentu dan daya tahan tubuh sedang lemah, seringkali jadi penyebab timbulnya penyakit pun jadi lebih mudah, contoh demam. Pengalaman saya waktu itu adalah tiga hari berturut-turut sakit kepala disertai demam dan muntaber. Tiga hari ini saya masukkan ke waktu ‘tak kunjung sembuh’ karena kalau sakit kepala biasanya paling hanya beberapa jam atau satu hari.

Penyebab tidak langsung adalah saat misalkan lingkungan tempat kerja menjadi tempat yang sangat tidak nyaman. Semakin dipendam semakin memupuk penyakit. Contoh yang pernah saya dengar adalah seseorang bisa terkena kanker karena hal ini.

Terakhir adalah tentang mitos. Sebenarnya kalau dilihat dari judul dan jawaban, seperti enggak nyambung. Kesalahan yang membuat penyakit tak kunjung sembuh adalah mitos(?). Mungkin lebih tepatnya ‘percaya mitos lalu melakukannya’. Kalau tidak melakukannya kan tidak akan timbul penyakit. Lagipula, 4 hal lainnya yang disebutkan (obat, makanan, kebiasaan buruk, dan beban pikiran) bisa saja terjadi karena mitos itu. Makanya, saya menaruh ‘mitos’ ini di lingkaran paling luar karena paling berhubungan tidak langsung.

Masukan saja buat DokterBaBe untuk menggunakan judul yang tepat. Mengenai hal ini, mungkin judul yang lebih tepat adalah “hal-hal yang mempengaruhi / menjadi penyebab penyakit tak kunjung sembuh”. Karena kalau “beban pikiran” masuk dalam “kesalahan” kan jadi kurang nyambung aja gitu. ‘Beban pikiran’ sendiri juga kan terjadi karena akibat dari sesuatu.

Kalau boleh saya lebih mempersingkat lagi, sebenarnya kita bisa bertanya pada diri sendiri:
“Apa sih yang telah saya perbuat?”
“Apa yang sedang saya perbuat?”
“Apa yang sudah saya makan atau minum?”
“Kemarin atau hari ini saya sedang di mana dan ngapain?”

Bahkan Dokter Rangan Chatterjee dari India pun memberi ceramahnya bahwa penyakit tak kunjung sembuh itu bisa dari suatu kejadian yang mempengaruhi emosi di bawah sadar selama beberapa tahun.

Namun, kalau terus berlanjut, tentu saja jangan lupa konsultasi medis yang terpercaya.

Oleh karena itu, saya setuju dengan apa yang disuratkan dalam buku Brain Booster yang menyatakan bahwa sebaiknya dokter, psikolog, dan psikiater sebaiknya bekerja sama dalam menangani pasien.


Secara keseluruhan, saya suka banget dengan konten DokterBaBe. Selain situs, jika mau kepo lebih lanjut, DokterBaBe juga mempunyai media sosial, seperti facebook, instagram, dan twitter.

Semoga DokterBaBe bisa lebih memberi banyak pengetahuan bagi para netizen.

“Hidup Sehat Itu Mudah” kok, kawan…

Leave a comment »

Me Rewind 2017 – The Healthiest Year

 
Dibilang 2017 juga ga. Karena aku mau membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang pasti cuma mau bilang kalau di tahun ini aku bersyukur banget. Bukan berarti tahun-tahun sebelumnya ga bersyukur, tapi di tahun ini lebih bersyukur lagi. 

Why

Coz aku merasa tahun 2017 ini aku merasa paling sehat. Secara jasmani. Secara emosi dan spiritual tentu saja masih harus banyak belajar lagi. 

Sewaktu masih awal-awal kerja di klinik kesehatan, akhir tahun 2014 diperiksa tekanan darah 90/60. Memang sudah dari (mungkin) kecil tekanannya kurang lebih segini atau kadang bisa turun jd 90/50, nanti bisa naik lagi 90/60. Naik turun sekitar itulah. Sebenarnya waktu itu diperiksa buat karyawan belajar pakai stetoskop. 

Eh, setelah itu malah lupa kontinuitas periksanya sampai akhirnya Oktober 2015 mengalami peningkatan signifikan menjadi 100/70. Itu pun diperiksa bagian medik waktu jadi panitia gereja dan waktu di IGD. 

Seminggu setelah kejadian itu saya resign dari klinik dalam keadaan jasmani dan emosi yang tidak stabil. Salah satu instruktur pilates memberitahu jauh sebelumnya seharusnya keluar dalam keadaan stabil, supaya detox dan ilmu kesehatan yang selama ini diajarkan bisa seutuhnya menstabilkan tubuh, jasmani, dan rohani di atas ambang batas keseimbangan. 

Namun, keputusan sudah di tangan. Kalau bisa aku berusaha sendiri dengan ilmu yang sudah di dapat. Ternyata benar saja. Terasa banget kesehatan jasmani di 2016 menurun. Penyakit yang menjadi langganan timbul dengan intensitas yang lumayan sering. Pusing, sariawan, nyeri haid, telinga berdengung, flu jadi makanan beberapa minggu sekali atau beberapa bulan sekali. Masa sariawan bisa 2 mingguan, kan menyebalkan banget jadinya waktu makan. 

Meskipun begitu, keajaiban terjadi di tahun 2017. Baru di awal tahun pun (sekitar April-Mei) sudah terasa segar. Di bulan Agustus diperiksa tensi ternyata sudah naik lagi menjadi 110/80. Wah, syukur banget. 

Masih mencari-cari, apakah tekanan darah memang berpengaruh ke seluruh tubuh? Karena pusing jadi jarang, berapa kali sariawan bisa diitung pakai jari, flu juga jarang, nyeri haid hampir tidak terasa (kalau ada juga kadarnya kecil dan tidak lama), telinga berdengung juga hampir tidak pernah. Paling yang agak mengganggu itu bagian pencernaan, tapi setidaknya jika dirata-rata dengan beberapa penyakit di atas bisa dibilang tergolong sehat di atas ambang batas keseimbangan. 

Ada yang paling parah itu flu dan pusing di akhir november berlanjut hingga awal desember, tapi hal ini sudah kujelaskan di tulisan sebelumnya. 

Kalau ditanya pakai produk apa saya juga bingung ya. Karena sewaktu di klinik itu saya banyak belajar ilmu kesehatan dan salah satunya berpegang pada prinsip supaya tidak tergantung dengan obat-obatan. Meskipun di sana juga disediakan produk (yang tidak dijual di pasaran), tapi sebagai karyawan aku hampir tidak pernah menggunakannya, kecuali memang diberikan atau diizinkan atasan. Kecuali lagi ada fasilitas yang sudah pasti diterima tiap hari, dan ada juga yang harus dilakukan tiap hari. Tapi kan itu sewaktu berada di sana, setelah keluar kan tetap saja kita harus bertahan dengan apa adanya. 

Kalau boleh saya menambahkan juga tidak tergantung pada vitamin dan produk-produk lainnya. Sama aja keluar duit kan? 

Ya tapi aku pribadi ga 100% juga sih. “Tidak tergantung” bukan berarti 100% tidak mengonsumsi vitamin. Secukupnya aja. 

Jadi intinya bagaimana cara menguatkan diri dari dalam diri kita sendiri dari gangguan internal maupun eksternal. Di situ diajarkan supaya selalu mengandalkan Tuhan. Tidak hanya itu, tapi juga tindakan dalam diri kita dan bagaimana memperlakukan orang lain juga berpengaruh. Ada sistem bernapas dan olahraga yang diajarkan juga. 

Yang saya bingung, saya masih agak kadang-kadang melakukan olahraga yang diajarkan, tapi lebih sering yang sistem bernapas sih. Tapi kondisi tubuh saya malah meningkat. 

Yang pasti saya bersyukur banget bisa mengalami peningkatan kesehatan tanpa banyak asupan produk yang masuk. 

Oleh karena itu Goals di 2018:

– lebih bisa mengolah emosi dengan baik sehingga bisa berperilaku yang baik pula. (perlu banyak belajar, apalagi di tengah masyarakat yang sering kali sifat dan sikapnya tak terprediksi)

– mempertahankan kesehatan yang sudah baik. 

– dan yang pasti berusaha meraih semua cita-cita yang belum tercapai. 
Semoga semua yang membaca juga tercapai semua resolusi dan cita-citanya. 😊

Leave a comment »

Sakit Kepala? Yakin Hanya Karena Keluhan Fisik? 

Selama sekitar 2-3 minggu kemarin aku mengalami sakit kepala. Tepatnya hilang timbul. Obat sakit kepala hanya mengurangi sakitnya saja tapi belum hilang 100%. Itu pun saya tidak minum setiap hari karena saya yakin pasti suatu saat akan sembuh. 

Meskipun ada ketakutan tersendiri, tapi aku putuskan untuk masalah sakit kepala kemarin ini tidak diperiksakan ke dokter karena tidak sampai mengalami sakit panas dan kadang-kadang masih bisa berkurang kadar sakitnya. 

Sekitar seminggu lalu saya akhirnya menyadari bahwa sepertinya bukan karena masuk angin seperti terdahulu (sekitar tahun 2011 saya pernah sakit kepala 3 hari berturut-turut sampai badan panas dan muntaber tanpa sedikitpun sakit kepala itu berkurang meskipun sudah minum obat sakit kepala, dan kata dokter ternyata hanya masuk angin. Setelah diberi obat dari dokter baru sembuh.).

Waktu 2015 saya pernah bekerja di klinik kesehatan yang mengajarkan bahwa keluhan penyakit ada yang berasal dari emosi, selain dari asupan makanan dan aktivitas. Waktu saya pusing selama 2 hari pun dokter mendeteksi bahwa itu berasal dari masalah pribadi yang sudah berlarut-larut. Setelah masalah selesai, sakit kepala pun hilang. 

Karena itu, saya berpikiran lagi bahwa sakit kepala kemarin ini bukan dari masuk angin, melainkan dari emosi saya sendiri. Apa yang salah dari diri saya? Apa yang telah saya perbuat?

Saya masih belum menemukan jawabannya hingga seseorang akhirnya keluar permanen dari rumah hari Minggu kemarin. Senin sore sakit kepala makin berkurang dan hampir tak terasa kembali hingga sekarang. 

Jawaban tersebut padahal sudah di depan mata selama berminggu-minggu. Astaga! 

Kalau boleh berkesimpulan hal itu terjadi karena energi saya dan energi dia yang sangat bertolak belakang. Makin lama bertubrukan tanpa sadar makin terpupuk hingga kedua belah pihak mengalami sakit kepala yang berkelanjutan. Saya mengetahuinya juga karena di minggu-minggu terakhir dia sering memakai koyo di pelipisnya, bersamaan dengan saya waktu sakit kepala. 

Saya tahu harusnya saya bisa mengontrol komunikasi dan emosi. Tapi apakah ada yang bisa tahan dengan si mulut besar? Mulut besar ini mencakup tukang memutarbalikkan fakta, tukang fitnah, sukanya menyalahkan orang lain, banyak alasan tak masuk akal, sombong ga penting, beraninya di belakang tapi ga bisa mengeluarkan fakta sebenarnya. Intinya: banyak bacot, ga ada isi. 

Yah, sabar… Sabar… 

Oke, terlepas benar atau tidak info yang sudah lama banget saya dapat : pernahkah mendengar kisah seorang suster yang akhirnya sembuh dari kanker karena mau memaafkan ayahnya yang ia benci dari kecil? 

Pernahkah mendengar kisah seorang karyawan yang tiba-tiba menderita kanker? Ternyata ia tidak jujur bahwa sebenarnya ia memupuk terus rasa tidak nyaman sewaktu bekerja di suatu kantor. 

Pernahkah mendengar tentang telapak tangan seseorang yang kebas (sama sekali tidak bisa merasakan apapun) dikarenakan sangat membenci seorang yang lain? 

Pernahkah mendengar seseorang yang stres karena dijodohkan hingga mimisan? Mimisan bukan sekedar mimisan karena juga disertai organ dalam yang tiba-tiba sakit (ternyata energi organ hati dan limpa kena dampaknya) dan tidak ketinggalan pula sakit kepala yang berkelanjutan. Berat badan pun turun 4 kg dari 44 kg. Dan setelah beliau benar-benar memutuskan hubungan dan tidak ada “paksaan” lagi dari keluarga sendiri dan dari pihak yang dijodohkan, penyakit itu hilang semua. (Oke, maap jadi curhat

Well, jika merasa sakit, mungkin sebaiknya bisa dilihat dari akarnya langsung. Bisa dilihat dari contoh di atas kira-kira akarnya dari mana.Ya, salah satunya dari emosi yang kita pupuk. 

Kalau emosi negatif yang dipupuk, kita memupuk penyakit. Kalau emosi positif yang dipupuk, tidak hanya kesehatan yang bertumbuh melainkan juga kebahagiaan dalam diri. 

Jadi, kalau tiba-tiba ada penyakit (terutama fisik) singgah di tubuh (bukan berarti kalau penyakit emosional tidak melihat ke belakang ya), mungkin bisa lihat diri kita ke belakang atau saat itu juga, apa yang telah atau sedang saya perbuat atau emosi apa yang sedang muncul. Tentu saja asupan dan aktivitas pun bisa menjadi salah satu alasan. 

Kalau kita mencabut dari akarnya, tentu saja batang dan daun pun akan ikut mati kan? 

Mencabut di sini bisa beberapa cara :
1. Membuat suatu keputusan dari masalah yang ada.
2. Mengontrol segala emosi yang sudah menguras energi.
3. Jangan lupa berdoa untuk meminta arahan dari-Nya 

Yuk, sama-sama belajar… Aku juga masih harus banyak belajar melihat diri sendiri. 

Jika penyakit berlanjut, hubungi dokter… 

(Tapi biasanya untuk penyakit fisik yang akarnya dari emosi biasanya dokter juga ga bisa nyembuhin 100%. Mungkin dikasih obat, tapi hasilnya antara dua : hanya berkurang tanpa hasil signifikan atau ga ngaruh sama sekali. 

Contoh nyata yang tangan kebas di atas. 

Oleh karena itu saya setuju ungkapan dari sebuah buku, yg pernah saya tulis juga di sini bahwa sebaiknya dokter, psikologi, dan psikiater saling bekerja sama. Mungkin seperti yang di serial Chicago Med kali ya. 

Inti dari semua di atas adalah: Harus berdamai dengan diri sendiri

Saya akui memang tidak mudah, tapi apa salahnya mencoba. 😊😉)

Seperti yang pernah Deddy Corbuzier katakan di acara Hitam Putihnya sekitar 3 tahun lalu (dan mungkin di media-media lainnya): “So Tonight, Drop Your Glass“.

1 Comment »

TedEx Rasa Ryan Higa : Cyber Bullying 

Tau TedEx kan? Salah satu acara yang saya lihat bahwa setiap orang pasti punya kelebihan masing-masing untuk dibagikan pada orang lain. 

Nah, bukannya mau membandingkan atau bagaimana ya, tapi entah napa setelah menonton beberapa video youtuber Ryan Higa asal Amerika yang dalam segmen “Dear Ryan” kok ya seperti mendengar opini yang berbeda dari umum. Jadi seperti TedEx rasa Ryan Higa. 😂

Bedanya Ryan Higa mengemasnya dalam bentuk parodi dan seringkali muncul di benak saya : “ada benernya juga nih.” 

Beberapa topik yang pernah diangkat adalah tentang “Cyber Bullying” dan “How To Stay Positive“.

Dua topik tersebut terlihat umum kan? Namun, dia memberi solusi – yang menurut saya – agak berbeda dengan kebanyakan orang. 

Dari topik cyber bullying ia tidak menekankan “Stop Cyber Bullying” atau sejenisnya, tapi ia memberi masukan pada pihak yang di-bully

“Cyber” ini biasanya mengacu pada yang berbau internet. Biasanya yang sering mem-bully adalah via media sosial. 
Nah, saran dari Ryan, bagi yang di-bully, silakan meng-unfollow, block, atau delete komen dari si pem-bully

Terinspirasi dari sini, saya ikut menambahkan : tidak usah punya akun media sosial saja sekalian. Atau yang paling gampangnya adalah tidak usah tampil di publik. 

Kalau saya sih bakal iri banget ya kalau ada teman yang ultahnya berdekatan dengan saya tapi malah dia yang banyak diberi selamat dan kado. Padahal kedudukan dan jabatan saya lebih tinggi dari dia. (Misalkan) (Eh, ini nyambung ga ya?)

Ryan yang waktu sekolah juga dibully ini juga memberi saran supaya ada pembelajaran ke anak-anak bagaimana mengatasi diri sendiri saat di-bully

Mental Ryan yang waktu itu masih sekolah memang sempat terpuruk saat di-bully. Tapi apa gunanya memikirkan bully-an tersebut? Akhirnya dia menemukan solusi tersendiri yaitu dengan menanggapi setiap bully-an menjadi candaan balik ke si pem-bully.

Karena itu akhirnya dia senang membuat orang lain tertawa dan akhirnya menghantarkan dia pada kesuksesan sebagai youtuber sampai tahun ini selama 11 tahun. 

Saya sendiri sebagai korban bully juga akhirnya ingin membuktikan bahwa saya juga ada kelebihan tersendiri. 

Sebenarnya ada “nasihat” juga dari Ryan bagi si pem-bully. Sederhananya, setiap orang pasti punya masa lalu. Setiap orang pasti pernah muda. Setiap orang (mungkin) pasti pernah juga melewati hal-hal yang bahkan mungkin seperti yang mereka bully itu. Jadi, lihat diri sendiri dulu sebelum bully orang lain. 

Kemudian yang topik “how to stay positive” sebenarnya sederhana banget. 

Sesuatu di balik kejadian yang negatif atau tidak mengenakkan pasti ada hal positif di balik itu. 

Di balik sederhananya kalimat itu ia pun mengemasnya dengan adegan parodi yang lebih membuat kita juga berpikir lebih jauh (tidak sekedar parodi). 

Setiap orang pasti punya pendapat masing-masing terhadap topik tertentu tapi apa salahnya saya berbagi pendapat dari orang yang memiliki pemikirannya tersendiri. 

PS: Bagi yang mau menonton videonya, semoga keahlian listening Bahasa Inggrisnya bisa bertambah, karena kecepatan berbicara Ryan cukup luar binasa. 😂

Video udah 3 tahun lalu sih, tapi tampaknya masih relevan sampai saat ini. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Kejutan di Subuh Buta

Pagi yang dingin. Di dalam mobil ia memegang tangan kananku erat. Hangatnya begitu merasuki jiwa. Rasa nyaman yang tak pernah kudapati sebelumnya. Lagu itu pun masih mengiringi perjalanan kita. 

———-

我为你心跳 我为你祈祷
Wo wei ni xin tiao, wo wei ni qi dao
My heart beats for you, and i pray for you.
因为爱让我们能遇到
Yin wei ai rang wo men neng yu dao
It is because love let us meet
因为你开始燃烧 痛才慢慢治疗
Yin wei ni kai shi ran shao, tong cai man man zhi liao
It is because you passion is starting to burn now, the pain is slowly cured
我要和你拥抱 牵你的手一起去奔跑
Wo yao he ni yong bao, qian ni shou yi qi qu ben pao
I want to embrace you, hold you hand and run together with you.
你存在的这一秒 会不会是我依靠
Ni cun zai de zhe yi miao, hui bu hui shi wo yi kao
This second that you exist in, will it be my support?

 
给我的微笑 全都记在脑海了
Gei wo de wei xiao, quan dou ji zai nao hai li le

The smile you gave me, it is all saved in my mind

变成快乐的符号

Bian cheng kuai le de fu hao

It is a symbol of happiness.

节奏在跳跃 这是恋爱的预兆

Jie zou zai tiao yue, zhe shi lian ai de yu zhao

The rhythm is leaping. It is a symptom of falling in love.

挑动我每一个细胞

Tiao dong wo mei yi ge xi bao

It provokes every cells of mine.

天亮才睡觉 让我思绪都颠倒
Tian liang cai shui jiao, rang wo si xu dian dao
I will only sleep at daylight,  it reverse my thoughts.
这次我不想放掉
Zhe ci wo bu xiang fang diao
This time, i don’t want to let go.
防备全关掉 只许你无理取闹
Fang bei quan guan diao, zhi xu ni wu li qu nao
All my defences will be switched off, i allow you to be unreasonable
慢慢走近你的步调
Man man zou jin ni de bu diao
I will get closer to your pace

心也一层一层被你融掉

Xin ye yi ceng yi ceng bei ni rong diao
You melt my heart, layer by layer
一天一天为你开窍
Yi tian yi tian wei ni kai qiao
Day after day, i became better because if you.
一秒一秒想你的微笑

Yi miao yi miao xiang ni de wei xiao

Every second, i am thinking of your smile

——–

Lagu itu? Dari mana ada lagu itu? Lagu yang telah kupakai menjadi ringtone whatsapp khusus. Khusus untuk satu orang. Dia.

Tiba-tiba ada sosok muncul, melongokkan kepalanya dari balik pintu. Mataku terbelalak. Dia!

Subuh-subuh buta begini ngapain coba? Dia duduk di samping tempat tidur dengan ponsel yang masih mengumandangkan lagu 因你而在 dari JJ Lin.

“Kamu pernah pakai lagu ini untuk ringtone whatsapp dariku kan?” tanyanya sambil menatapku.

“Darimana kamu tahu?” balik tanyaku penasaran.

“Engga penting aku tahu darimana. Yang penting sekarang giliranku yang memakai lagu ini untuk semua notifikasi darimu.”

Aku masih terdiam. Antara masih ngantuk dan terkejut.

“Sori ganggu ya. Sekarang kamu siap-siap sana. Aku udah izin ke mamamu untuk ke Karmel (Gereja Karmel di Lembang, Bandung).”

Sudah dibangunkan subuh-subuh, terus tiba-tiba disuruh langsung siap-siap. Aku menjatuhkan diri kembali di kasur dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.

“Hey! Bandel ya…, ” ujarnya sambil menarik selimutku dan mendorongku sampai keluar tempat tidur. Menjengkelkan banget.

“Mandi dulu ya, Darling…, ” katanya sambil tersenyum memaksaku untuk mandi.

Ah… Seperti lagu tadi, senyumnya memang menjadi simbol kebahagiaanku.

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »