Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Bali Day 4/End 

Ga kerasa sudah hari terakhir di Bali. 

Supaya tidak antre, tujuan pertama adalah ke Pia Legong. Tersedia 3 rasa : cokelat, keju, dan kacang hijau. Katanya 1 orang hanya boleh beli maksimal 2 dus. 

Setelah itu baru ke Krisna, tempat untuk beli oleh-oleh lebih murah dari pada Sukowati. 

Dari sini kembali ke hotel dulu untuk check out lalu makan siang di babi guling. Sudah pasti non-halal. Kalau spesial, harganya lebih mahal sedikit daripada pilih macamnya sendiri. 

Lalu kami makan es krim lagi (!). Kali ini di Massimo Gelato. Harganya lebih murah dari 2 tempat kemarin. Tapi kalau soal rasa, saya lebih suka yg di Gaya Gelato. 

Setelah itu baru ke Bandara. 

Sayangnya setelah di Bandara baru tahu pesawat delay. Padahal kalau sudah tau sebelum tiba bandara, sepertinya bakal jalan-jalan lagi di Bali. 

Mau ga mau deh. Dari yang sampai Jakarta harusnya jam 7an, jadinya malah sampai jam 10an. 

Sempat aneh sendiri kok jam ponsel menunjukkan jam 11an lebih, taunya masih jam WITA. Hahaha. 

Akhirnya Welkam WIB!! 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Advertisements
Leave a comment »

Bali Day 3

Pulang dari pub sekitar jam setengah 1 pagi. Sesuatu sekali. Baru sampai hotel sekitar jam 1 lebih karena makin dini hari kawasan Legian makin padat. Baru tidur sekitar jam 2.

Pagi harinya akhirnya kami tidak kembali sarapan di hotel, melainkan makan roti yang telah kami beli kemarin. 

Kemudian tujuan pertama adalah Sukowati. Membeli oleh-oleh di sini adalah sesuatu yang disesalkan. Hufttt. 

Tujuan kedua adalah Standing Stone. Sesuai dengan namanya, Batu Berdiri. Yap. Kalau tidak menginap di hotelnya, untuk masuk dikenakan deposit dengan harga lumayan sudah termasuk untuk makan dan minum. Ternyata pajaknya pun tak kira-kira. Kami memilih makan di Bar yang dekat dengan pemandangan pantai dan angin yang waw. Lumayan, setengah panas, setengah ngadem. 

Tujuan ketiga adalah Ayana Hotel. Jika tidak nginap di hotel, tas lain boleh masuk kecuali tas ransel. Tapi jika sudah telanjur, dari pihak hotel sudah menyiapkan tas daur ulang bertuliskan Ayana untuk kita bawa masuk dan boleh dibawa pulang. Jika hanya melihat sunset tanpa melalui tempat makannya, maka masuk pun free. Namun, jika melalui tempat makan atau bar nya, maka 1 orang harus setidaknya memesan 1 menu. Tapi lumayan diberi gratis semangkok crisps. 

Di sini ketemu turis asal China, yang lumayan untuk memperlancar komunikasi, tapi malah teman yang banyak ngobrol. 

Setelah ini, tujuan selanjutnya ke Bebek Tepi Sawah untuk dinner. Harganya termasuk lumayan. Belum lagi ada tax nya

Kemudian diajak ketemu dengan teman yang kemarin. Akhirnya dari situ kami ketemu di Kuta Beach Walk. Di sini kami malah menemani mereka makan dulu. Karena kami ngidam es krim lagi, akhirnya keluar dari Mall Beach Walk menuju Flapjaks yang masih ada di pinggiran Kuta. Malam-malam makan es krim lagi sebelum akhirnya pulang ke hotel. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Bali Day 2

Tujuan pertama hari ini adalah Water Blow yang sempat batal didatangi kemarin. Water Blow adalah tempat di mana kita bisa melihat air yang pecah saat menabrak karang. Untung-untungan juga saat difoto apakah saat pecah yang besar itu terlihat atau tidak. 

Kemudian kami ke arah pantainya untuk ngadem dulu dan minum air kelapa langsung dari batok kelapanya. 

Tujuan kedua adalah bertemu teman lain untuk lunch di Sate Bawah Pohon

Nonhalal Alert!!!!! 

Kemudian tujuan ketiga ngadem lagi di Dunkin Donut

Tujuan keempat adalah rencananya mau lihat sunset di Potato Head, Beach Club Bali. Tapi karena alur trafik yang padat, apa daya sunset tak sampai. Jika di sini tidak membeli apapun dan hanya bertujuan untuk melihat sunset, maka dari parkir sampai masuk pun totally free. Bagi yang mau membawa makanan dan minuman masuk, diharapkan bisa menyembunyikannya sebaik mungkin. 

Tujuan kelima adalah dinner di Wahaha. Lagi-lagi nonhalal alert

Karena sejak di sate bawah pohon kami bertemu teman lain itu sampai malam, maka teman yang sejak awal bersamaku berani jalan-jalan ke Legian dan masuk ke dalam satu pub. Mereka minum-minum kecuali daku. Mencium baunya saja sudah tidak suka. Nemenin ajalah jadinya. 

Di situ jadinya malah kenalan sama seorang waitres cowo yang berasal dari Sukabumi. 

Note: Sewaktu sedang mencari parkir di Legian, kami sempatkan dahulu ke minimarket untuk mencari roti dan air mineral. Karena harga untuk sarapan di hotel lumayan tapi tidak disertai dengan rasa dan jumlah yang sepadan, maka kami memutuskan untuk membeli roti untuk sarapan. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Bali Day 1

Akhirnya, setelah sekian lama berlibur juga. Bedanya kali ini hanya berdua dengan teman. Bali merupakan tujuan kami. 

Jadwal yang sudah diatur ada yang berubah karena terik matahari yang sangat menggigit kulit. 

Tujuan pertama ke Blue Point. Kami tidak menginap di hotelnya, tapi langsung meluncur ke kolam renangnya. Itu pun tidak berenang karena kami merental ban untuk digunakan di situ. Setelah itu kami juga makan siang di sana. Karena tengah hari, kami tidak jadi ke pantai Suluban yang jaraknya sangat dekat dengan Blue Point tersebut. 

Di sini kami berkenalan dengan orang yang bekerja di bagian Pool Counter. Karena inisiatifnya yang mau memfoto kami saat di kolam renang, mau ga mau juga akhirnya kami bertukar nomor supaya bisa berkirim foto. Selain itu, orang lokal ini juga bisa banyak bahasa. Mungkin karena tuntutan pendatang yang dari berbagai bahasa pula. 

Tujuan kedua adalah Pantai PadangPadang yang tidak termasuk dalam jadwal. Ceritanya cari tempat wisata yang tidak kepanasan, tapi yah namanya pantai. Apa mau dikata. Masuk ke sini bayar tiket tidak terlalu mahal. Namun, perjalanan ke pantainya yang cukup berjuang turun melewati puluhan anak tangga dan melewati bebatuan. Belum lagi saat kembali berarti harus naik melewati anak-anak tangga yang sama. Olahraga kaki yang lumayan. 

Tujuan ketiga akhirnya temanku memutuskan untuk mencari tempat berteduh (di luar jadwal). Dipilihlah Gaya Gelato. Yap, es krim. Dingin-dingin empuk di tengah cuaca yang panas. Pistachio dan Cokelat adalah pilihanku. 

Kemudian atas rekomendasi supir, kami dibawa ke Luwak Coffee. Lagi-lagi di luar jadwal. Lumayan tempat berteduh juga karena meskipun outdoor tapi dikelilingi pepohonan. Hewan luwak diperkenalkan di sini. Begitu juga minuman lain yang menjadi tester dan luwak coffee sendiri yang harus bayar. 

Dari sini kami kembali ke jadwal, yaitu menonton Kecak Uluwatu. Sambil menunggu, kami berfoto ria dengan berlatar belakang laut lepas nan indah. Sewaktu menunggu di area penonton, di waktu yang sama terjadi sunset. Setelah itu baru tarian kecak dimulai sampai kurang lebih 1 jam ke depan. Hanoman menjadi hiburan tersendiri karena interaksinya dengan para penonton, terutama bule. 

Tujuan akhir adalah check in hotel. Tepar. 

Dinner di hotel. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Teacher Training

1st destination: Soekarno Hatta Airport at Cengkareng, Jakarta, Indonesia.

Baiyun Airport in Guangzhou, China

2nd destination: 白云飞机场,广州,中国 (Baiyun airport, Guangzhou, China)

3rd destination: 美兰飞机场,海南岛,中国 (Meilan Airport, Hainan Island, China)

Hainan Normal University, in Haikou, Hainan Island, China4th destination: 海南师范大学,海口,海南岛,中国

(Hainan Normal University, Haikou, Hainan Island, China)

When I went to do teacher training in China a while ago in 2011, I have took some places in order to arrive there. But, there were some people that have managed it, so I just followed the instructions.

I had to prepare from Bandung, Indonesia about 1.00 AM, then prepared with other teachers about 2.00 AM , went to Soekarno Hatta Airport, Jakarta about 3.00 AM. Around 5.00 AM we arrived there. But because of the delay, we just took off about 9.30 AM. We lived in the university for some days and after a short long journey we arrived there about 11.30 PM. We had to get up around 5.00 AM in the next morning to take a photo session first then we started a training about 3 days in the cold weather.

Well, yeahhhh… I just could say a bit about that… with about 30 books, dictionaries, and CD’s in each teachers’ hands on the way back to Indonesia, some of us had to buy a new luggage… Fiuhhh…

Could I bear anymore? I dunno…

4 days from now on I will be there again to do teacher training again, but later I was as a school representative.

I looked at my application about weather. It has been saying that the weather is hot there but sometimes raining these days. Is that true? Anyone coud tell me what should I do in the next training?

NB: The University has a cooperation with some countries, such as ex-change students. So, we can meet students from Southeast Asia, East Asia (of course), West Asia, even from Russia. Unfortunately, I didn’t have a chance to talk with a Russian guy that had ever entered the training class once. 😛 Yes, we could talk in Chinese language here eventhough we are from different countries. 🙂

Leave a comment »