Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Remember when…ย 

Remember when we looked at the sun? 

Remember when we looked at the moon? 

Remember when I see your eyes sincerely? 

Remember when we did some jokes? 

Remember when you teased me? 

Remember the time we spent together? 

Remember the time that just the two of us? 

Remember that we made the best of everything we did? 

Well, Let’s sing this David Choi and Kina Grannis’ song:

We’re going to the beach today
We’re gonna laugh and sing our cares away
The sun is shining on our face
We can take it in and let it out and say…

Chorus
La, la, la, la-la, la, la
La, la, la, la, la-la, la, la
X2

I do enjoy my time with you
Making the best of everything we do
We’re gonna try on something new
And we’ll make it ours before the day is through

Chorus
La, la, la, la-la, la, la
La, la, la, la, la-la, la, la
X2

And now the sun has said goodnight
Just want to say I had a real good time
I think I really feel alright (alright)
And I don’t ever ever wanna say goodbye



Anyway, I really had a real good time with you. ๐Ÿ˜Š


That was really My Time With You. 


#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Advertisements
Leave a comment »

Analisis Jerawat

Mari kita menganalisis this BIG acne… 

Kaget juga tiba-tiba dapet jerawat yang segede ini. Jerawat yang di dalam pula. 

Yang saya belajar itu keluhan fisik timbul karena emosi negatif yang dialami sebelumnya. 

Hmm… Saya pikir-pikir lagi emosi negatif apa yang telah saya alami? ๐Ÿค”

Keluhan fisik jerawat itu berhubungan dengan energi paru-paru yang melemah. Salah satu yang mengakibatkan energi paru-paru melemah adalah emosi sedih. 

So, apa yang telah membuat saya sedih? ๐Ÿค”

Setelah dipikir-pikir lagi, mungkin kejadian hampir 2 bulan lalu yang menyebabkan ini terjadi. Kejadian sedih? Yah, maybe. Sebenarnya saya tidak mau ambil pusing. Tapi mungkin alam bawah sadar mengambil alih karena pengaruhnya memang berjalan hingga saat ini dan memunculkan hiasan indah di wajah ini. 

Merasa gagal mengolah emosi tersebut karena jerawat ini. 

Karena jika tabung energi cukup meski dihadang emosi negatif, seharusnya hal ini tak terjadi. Namun, tampaknya kenyataan berkata lain. Yah, tabung energi tampaknya di bawah ambang batas. 

Tapi fokusnya sekarang ga boleh tertuju ke situ. Fokusnya sekarang adalah penanggulangan kejadian tersebut dengan emosi positif yang stabil supaya energi paru-paru meningkat kembali dan keluhan jerawat berkurang lagi, apalagi yang big ini. ๐Ÿ˜Š

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Ketika Semuanya Sudah Lewat…ย 

“Halo… Kakara hudang nya? ”
(= Baru bangun ya ?)

Kapan lagi denger suara kayak gini? Sebenarnya memang lagi titiduran, tapi dijawabnya tetep “engga”. ๐Ÿ˜…

“Bla… Bla… Bla… Nanti bisa ikut? Tempatnya ada di ujung. Abis lihat tempatnya, jangan ditabrak ya… Bla… Bla… Bla…”

Ngobrol kasih tau tempat aja sampai lama banget. But, thats funny and ngangenin… 

“Halo… Bla… Bla… Bla… ”

Ketika telepon soal kerjaan tapi aku ga dapet poinnya apa, padahal ngobrol lumayan p x l x t.๐Ÿ˜… Iya, abis rapat, so…….? Makanya ga inget apa yang diomongin. 

Ketika ngejek-ngejek soal bulu tangan… 

Ketika nuduh-nuduh saat aku nindih tasnya… 

Ketika nyalahin keyboard laptopku yang banyak tempelan… 

Ketika tendang-tendang kecil ujung jari kakiku… 

Ketika izin ke WC tapi sama aku ga diizinin, terus dia malah bilang “owh, jadi ga usah aja nih?” (penting banget ya bahas ini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…)

Ketika sedikit-sedikit menoelku (tapi agak geli) karena dia perlu laptop yang sedang dipinjam olehku… 

Ketika perpindahan barang harus dilempar antar kami padahal di antara kami ada teman-teman yang bisa jadi perantara… 

Ketika tasnya harus banget ditaruh di belakang kursiku, padahal masih bisa ditaruh di samping kiri atau kanannya…

Ketika dia memberitahu ada telepon masuk ke ponsel yang ada di sebelah kananku padahal dia duduk di sebelah kiriku… 

Ketika dia inisiatif mengambilkan bolpenku yang jatuh padahal aku sudah tendang-tendang dulu supaya bolpennya ga terlalu jauh untuk diambil… 

Ketika dia ngejek tanpa merasa bersalah, “Maap ya, dia orangnya lemot.”…

Ketika dia menyuruhku ke ruang medik karena kondisiku yang lemas…

Ketika dia engga tahu sudah buatku ngeblank dan besoknya menangis… (Memang salahku btw)

Ketika dia engga tahu sudah buatku benar-benar menangis 2 times (yang menurutku salah orang lain [dan mungkin setengahnya itu aku?])โ€ฆ

Tapi tiba-tiba menawarkanku kunci mobilnya saat mau pulang (sambil menunggu yang lain ikut pulang), katanya “siapa tahu mau ke mobil duluan”…

Dan ketika semuanya itu sudah lewat…… 

Saya bebas menulis ini karena dia seorang pelupa. ๐Ÿ˜Š apalagi hal-hal kecil seperti itu… 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Pikiranmu Harimaumu

Kenapa ya ketika kita (maksudnya saya) sedang menyukai atau menghindari sesuatu tuh malah setelah itu sering berhadapan dengan hal itu?

Contoh :

– Sedang suka-sukanya sama seseorang yang bernama A, nah tiba-tiba setelah itu acara TV atau apa yang saya baca banyak memunculkan nama itu. (Bukan berarti orang yang sama, hanya nama yang sama)

– Lalu, sedang tidak ingin mendengar lagu B. Tiba-tiba malah sering mendengar lagu tersebut.

– Sedang tidak ingin mendengar nama sebuah kota atau Negara. Tiba-tiba di semua media sosial atau TV menyebut-nyebut nama kota atau Negara tersebut.

Mengapa? Apakah karena sedang sensitif dengan hal tersebut jadi sedikit saja mendengar hal itu menjadi sensi banget ya?

Tanpa sadar gitu, sepertinya alam konek dengan pikiran kita lalu memunculkan beberapa hal itu di sekitar kita.

Intinya memang hati-hati apa yang sedang kita pikirkan. Baik atau buruk cepat atau lambat pasti akan datang.

Well, semoga yang baik-baik selalu yang datang.

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Random Color

Kamu tahu apa itu hitam? 

Yah, warna paling gelap. Menggambarkan hal depresi dalam hidupmu. Mungkin ini adalah saat-saat kamu belum bertemu denganku. Eh, atau kebalikannya ya? ๐Ÿค”

Kamu tahu apa itu ungu? 

Bukan anggur. Bukan juga simbol janda. Itu adalah warna memar hatiku jika kau meninggalkanku. (Oke, maaf, jangan muntah). 

Kamu tahu apa itu hijau tua? 

Warna alam. Warna daun pohon. Apalagi daun pohon yang lebar, dimana banyak cabang sebagai penyangganya. Ku ‘kan senang sekali saat kau menjadi pelindungku seperti daun pohon yang lebar. 

Kamu tahu apa itu hijau muda?

Warna alam juga. Mungkin seperti warna rumput ya. Rumput yang bisa menjadi tempat kita rebah. Memandang langit nun jauh di sana. Menerawang akan masa depan kita. 

Kamu tahu apa itu jingga? 

Warna jeruk? Hmmm… Bisa jadi. Jeruk yang rasanya manis. Kuharap hubungan kita bisa semanis itu. Sampai mungkin manisnya bisa dirasa di lidah. 

Kamu tahu apa itu kuning?

Warna cerah. Warna dimana saat kamu bersinar karena mungkin sedang memikirkanku. Atau warna dimana kamu memang sedang senang-senangnya saat bersama denganku. Atau salah satu perwakilan warna dimana hatiku juga secerah itu saat bersamamu. 

Kenapa bukan warna pelangi? 

Bosen. Ga usah protes. 

Just random colors that not random actually. ๐Ÿ˜œ

#nulisrandom2017 dari nulisbuku 

Leave a comment »

Cukup Sudah Kukatakan…ย 

“Cukup sudah…

Kukatakan… 

Untuk kesekian kali…”

Yah… Untuk kesekian kali juga daku harus memberhentikannya lagu itu di sana. 

Bagi yang tau lagu itu, pasti sudah langsung terngiang-ngiang lagunya. 

Bagi yang belum tau, silakan cari sendiri. 

Lirik setelah itu menunjukkan bagaimana perasaanku pada orang-orang terdekatku…

Tapi mungkin juga orang lain yang di luar sana? Dunno

Your eyes, your nose, your face, your hair, your hands, your body… Ehm… Your heart... 

Just dunno how to express my feeling… 

Suaramu terngiang-ngiang terus bagaikan nyamuk yang menyapa di malam hari. 

Makasih sudah sabar banget ngadepin daku, memberi saran padaku, dan menasehatiku. 

Senyummu bagaikan setitik cahaya matahari pagi yang berusaha menembus hatiku dari sela-sela tirai jendela. 

Kesederhanaanmu mengalihkan duniaku. 

Oke, maap. Agak berlebihan. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »