Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Today in History: Ada Cerita Apa di Balik Hari Anak Nasional?


Hari ini tanggal 23 Juli 2014 Indonesia merayakan Hari Anak Nasional. Sempat beberapa bulan lalu terbesit di pikiran saya akan pikiran masa kecil yang terbilang lucu dan akan dipublikasikan di blog pada saat Hari Anak Nasional ini.


Baiklah, ada beberapa pemikiran saya saat masih TK dan SD yang bisa dikatakan aneh. Yah, namanya juga anak kecil, banyak pertanyaan atau pernyataan di kepala yang seringkali orang dewasa susah untuk menjawab atau meresponnya. Namun, apa yang kualami waktu kecil itu tak pernah kuutarakan secara gamblang hingga aku mengerti secara sendirinya di saat dewasa.


1. Anjing hijau
Pernah melihat anjing berwarna hijau? Tolong beritahu saya jika benar ada anjing yang berwarna hijau secara natural. Mungkin saya bisa memperlihatkannya pada guru SD yang waktu itu hampir tidak memasukkan saya pada jenjang SD gara-gara gambar anjing yang kuwarnai dengan warna hijau.


Apakah saya ga tahu warna-warna anjing? Tentu saja saya tahu. Baru saat beranjak dewasa kubeberkan pada orangtua dan adik-adikku bahwa aku memang SENGAJA melakukan itu. Mengapa? Simple aja. Karena bosan dengan warna-warna anjing yang itu-itu saja: putih, hitam, coklat.


2. Ranking 0 (nol)
Sejak SD hingga SMA, ranking tertinggi yang mandeg kudapat hanya sampai ranking 3. Pada saat SD rankingku pernah turun dan angka 1 itu sepertinya memang tertinggi untuk segalanya. Oleh karena itu, saat diprotes oleh orang tuaku, saya hanya bilang “ya sudah, maunya dapat ranking nol, kan nol itu sebelum angka 1, berarti lebih tinggi”. Oke, ini lagi-lagi memang SENGAJA kukatakan dengan teori sekenanya. Hahaah…


3. Menikah dengan saudara sendiri
Sebelum mengerti apakah itu menikah dan seharusnya menikah dengan siapa, pada saat masih TK aku sempat berpikir, “kalau aku menikah dengan adik laki-lakiku, jadi adik perempuanku nikah sama sapa ya?”
Yah, ini benar-benar murni natural dari pemikiran masa kecilku. Namun jawabannya kudapat sendiri saat masih SD aku menyukai teman sekelasku. Hahaha…


4. Cita-cita jadi guru
Yah, semasa TK hingga sekitar kelas 3 SD aku bercita-cita ingin jadi guru karena saya melihat guru bisa menyuruh-nyuruh muridnya seenak jidat. Pemikiran egois seorang anak kecil ini masih bercokol hingga sekitar 5 SD saya mulai sadar bahwa pekerjaan seorang guru tidaklah hanya menyuruh muridnya ini itu, masih ada segudang pekerjaan lagi dibaliknya.
Well, sejak saat itu aku tidak mau lagi bercita-cita sebagai guru, tapi mungkin nasib cenderung memihak pada pemikiran masa kecilku. Pekerjaan pertamaku malah menjadi guru. Sedangkan sejak 2 SMP sudah berjuang untuk bercita-cita menjadi penulis.
Intinya, semuanya ada jalannya jika Tuhan berkenan. 🙂


Selamat Hari Anak Nasional!


Pemikiran atau pertanyaan aneh apa yang pernah kaupikirkan saat kecil?

Advertisements
Leave a comment »

Ulasan Novel Berbasis Hukum


Kali ini daku akan membahas 2 novel yang berbasis hukum, yang persamaannya tentu saja berhubungan dengan hukum. Perbedaannya? Hmm, itu yang baru daku akan bahas.


The Pelican Brief
Novel ini adalah karya John Grisham yang dipublikasikan tahun 1992, kemudian dibuat filmnya setahun kemudian yang disutradarai oleh Alan J. Pakula dan diperankan oleh Julia Robert.


Dari sisi ceritanya sebenarnya bagus, tapi daku baru nyaman mengikuti jalan ceritanya saat petualangan Darby dimulai. Itu pun baru dari halaman ke berapa puluh atau seratus sekian (daku lupa). Siapakah Darby? Dia adalah seorang mahasiswi hukum.


Mengapa daku baru nyaman mengikuti jalan ceritanya setelah petualangan Darby dimulai? Karena sejak awal setiap bab menawarkan banyak tokoh dengan berbagai karakter sehingga belum juga daku menyerap setiap karakter, tapi tokoh sudah bertambah lagi. Hal ini memang membuat agak pusing pada awalnya, apalagi dengan deskripsi agak melambai di awal beberapa babnya yang membuat malas untuk melanjutkannya.


Hanya bab 2 yang termasuk awal-awal bab yang membuatku asyik untuk mengikutinya karena bersetting di tempat kuliah dan hanya ada beberapa tokoh yang ditonjolkan. Namun, bab-bab setelah itu menampilkan kembali tokoh dan (seperti) peristiwa yang baru.


Namun, dengan modal penasaran, aku pun berusaha untuk melanjutkannya. Dengan halaman yang hampir berjumlah 700, cukup memakan waktu untuk menyelesaikannya. Petualangan Darby yang dikejar-kejar sang antagonis dan dibantu oleh seorang jurnalis cukup untuk memaksimalkan waktu yang kurang untuk terus membacanya.


Tokoh antagonis dari awal sangat-sangat tak terduga, hingga daku susah meraba-raba karena memang tidak pernah disebut-sebut dari awal hingga brief yang dibuat Darby diceritakan dalam novel. Yah, ada permainan politik dan hukum di dalamnya.


Romance? Yah, cukup untuk sekedar bumbu pemanis di cerita ini.

 


You Belong To Me (Kau Milikku)


Novel ini adalah karya Mary Higgins Clark yang dipublikasikan tahun 1999 dengan berbagai variasi cover, yang kemudian juga dibuat filmnya tahun 2002.


Durasi membaca nasib novel ini hampir menyerupai The Pelican Brief, tapi bisa ditangani dipersingkat mungkin karena jumlah halaman yang lebih sedikit, kurang lebih 400an.


Sama seperti The Pelican Brief, banyak tokoh bergelimpangan di novel ini. Namun, bedanya, penulis memberi ruang pada pembaca supaya bisa mengenal masing-masing karakter di setiap babnya, sehingga daku tidak terlalu sulit untuk mengingat tokoh-tokoh yang di bab-bab sebelumnya pernah diceritakan.


Bumbu romansanya dengan brilian menyatu dengan plot cerita dalam menghantarkannya pada ending yang tak terduga.


Banyak twist yang tak terduga dalam merunut plot siapa pelaku antagonis sebenarnya.


Tokoh antagonis baru bisa diraba-raba saat di tengah-tengah cerita. Dari satu tersangka bisa berkembang menjadi tiga tersangka, menurun jadi dua tersangka. Hingga akhir yang tak disangka-sangka.

 


Namun, untuk imajinasi liar, The Pelican Brief bisa dikatakan lebih luas karena setting tempat dan waktu yang tak berjalan di tempat dan berpindah-pindah tak terduga. Sementara itu, You Belong To Me, sejak awal mengulang setting tempat dan waktu yang sama, tapi tentu saja ada pula setting yang berbeda.

 


So, keduanya bagus. Namun, untuk menilainya daku bingung lebih bagus yang mana. Tapi kalau ditanya lebih menikmati yang mana? Jawabannya adalah…
The Pelican Brief.

 


Daku meminjam buku ini karena dikira novel hukum ini mempunyai plot cerita yang hampir sama dengan cerita detektif kebanyakan, seperti Detektif Conan atau Sherlock Holmes. Namun, ternyata jauh berbeda. Untuk sisi pengetahuan, daku lebih banyak mendapatinya dari cerita-cerita detektif.

 


Untuk kedua novel ini daku bisa katakan bahwa novel The Pelican Brief lebih kental sisi hukumnya, sedangkan novel You Belong To Me lebih kental sisi detektifnya (meskipun tidak sepenuhnya).

Leave a comment »

Daftar Penghargaan di Piala Dunia 2014 (2014 FIFA AWARD)

Banyak pemain di Piala Dunia 2014 yang secara mengejutkan dapat dikatakan bermain dengan gemilang, di sisi lain ada pula pemain yang malah tingkat mengocek bolanya malah menurun.

Berikut ini daftar penghargaan di Piala Dunia 2014:

Juara (Winner): Jerman
Runnerup: Argentina
Posisi 3 (Third): Belanda

Komen: Secara pribadi sebagai pencinta tim Brasil pastinya menginginkan Brasil yang menang. Namun apa daya kaki tak sampai saat tulang punggungnya Neymar dan Silva tak bisa tampil, peristiwa dimana para pemain muda Brasil seharusnya tidak terlalu tergantung pada ikon tim mereka. Awalnya saya memprediksi Brasil dan Belanda yang akan bertemu di final, tapi malah kacamata masa depan berkata lain, mereka malah bertemu di Bronze Final. Malah Jerman dan Argentina yang berdiri bangga di panggung final. Setelah melihat meme perbedaan Brasil, Argentina, dan Jerman, setelah Bronze Final, akhirnya saya memutuskan untuk mendukung Jerman menang di Final karena permainannya yang tidak tergantung dengan ikon tim mereka, melainkan kerja sama tim yang tangguh. And the result said that!!

 

Pemain Terbaik (Best Player – outstanding displays):
Bola Emas (Adidas Golden Ball): Lionel Messi (Argentina)
Bola Perak (Adidas Silver Ball): Thomas Mueller (Jerman)
Bola Perunggu (Adidas Bronze Ball): Arjen Robben (Belanda)

Komen: Sempat melihat berita bahwa Neymar menjadi salah satu kandidat pemain terbaik. Yah, setidaknya dapat Bronze Ball. Tapi setelah melihat daftarnya, sepertinya Neymar masih dalam urutan yang ke sekian.

 

Pencetak Gol Terbanyak (the Top Goalscorer):
Sepatu Emas (Adidas Golden Boot): James Rodriguez (Kolombia) 6 gol
Sepatu Perak (Adidas Silver Boot): Thomas Mueller (Jerman) 5 gol
Sepatu Perunggu (Adidas Bronze Boot): Neymar (Brasil) 4 gol

Komen: Kukira Klose yang menorehkan 16 gol sepanjang 4 kali dia mengikuti Piala Dunia (sejarah dunia baru setelah Ronaldo Brasil yang menorehkan 9 gol) bakal terhitung, ternyata hanya yang di Piala Dunia 2014 saja ya. Sayangnya Neymar hanya berhenti di 4 gol. Mungkin jumlah golnya akan bertambah jika ia tak didera cedera sewaktu melawan Kolombia. Yang hebatnya adalah malah pemain yang hanya lolos sampai perempat final yang mendapatkan sepatu emas. Bahkan Mueller yang tim nya juara 1 saja hanya mampu menempatkan namanya di posisi 2.

 

Kiper Terbaik (Most Outstanding Goalkeeper):
Sarung Tangan Emas (Adidas Golden Glove): Manuel Neuer (Jerman).
Neuer mengalahkan dua kandidat lain, Keylor Navas (Kosta Rika) dan Sergio Romero (Argentina).

Komen: Sebagai pencinta Brasil, saya malah cenderung hanya mengikuti pertandingan yang hanya ada tim Brasil bermain. Dalam Piala Dunia 2014 ini, Jerman dan Kosta Rika sebagai kandidat kiper terbaik adalah salah dua yang bertempur melawan Brasil. Namun, untuk kiper yang lawan Brasil, saya malah lebih memperhatikan Ochoa dari Meksiko yang memaksa kedua tim hanya mendapat poin 1 saat babak penyisihan di Grup A. Well, setidaknya Ochoa bisa menjadi salah satu kandidat terbaik juga, tapi mungkin FIFA berpendapat lain.

 

Pemain Muda Terbaik (Hyundai Young Player Award):
Paul Pogba (Prancis)

Komen: Pada Piala Dunia 2014 ini banyak bintang muda bertebaran di setiap tim. Namun, karena saya ga nonton semua pertandingan, jadi tidak terlalu memperhatikan siapa yang menonjol di antara lainnya. Saya tidak tahu rentan waktu yang dinyatakan FIFA dalam menilai “young” ini, tapi saat ini Paul yang kelahiran 1993 dapat meraihnya. Well, setidaknya masih ada bintang baru yang mulai menunjukkan sinarnya.

 

Tim Fair Play (Fair Play Award):
Kolombia

Komen: Penampilan Brasil kali ini memang diragukan banyak pihak, aksi-aksi para pemainnya menjadikanya banyak foul di sana-sini. Mungkin itu yang menjadi salah satu alasan hingga tim Fair Play tidak jatuh ke dalam tangan Brasil, tapi malah mendarat pada tangan Kolombia yang pada perempat final dikalahkan Brasil 2-1. Tapi mungkin FIFA mempunyai alasan lain mengapa Kolombia menjadi tim Fair Play karena menurut statistik ini malah foul Kolombia lebih banyak daripada Brasil.

 

Berikut ini adalah tambahan link statistik Piala Dunia 2014: http://en.wikipedia.org/wiki/2014_FIFA_World_Cup_statistics

Leave a comment »

Legowo terhadap Kekalahan Brasil

Gara-gara heboh tentang “legowo”, daku juga ga mau kalah untuk membahasnya. Apa sih itu “legowo”? Sudah banyak situs atau blog yang memberikan arti makna atau pengertiannya.

Menurut wawancaraku dengan orang Jowo asli (setelah meluncur di beberapa web pastinya), kata ‘legowo’ itu berasal dari bahasa Jawa halus yang berarti sikap lapang dada, rela, ikhlas. Sudah tentu berhubungan dengan iklas menyikapi suatu keadaan atau peristiwa yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan.

Tanpa memihak salah satu capres yang sedang hangat-hangat kuku diperbincangkan, daku melihat salah satu kubu memberi peringatan pada kubu lain, begitu pula sebaliknya, supaya legowo dalam menerima hasil quick count atau real count yang kredibel. Well, sayangnya ‘kredibel’ bagi kedua belah pihak sepertinya tidak memenuhi kata kesepakatan.

Bagaimana kedua belah pihak menyikapi kata ‘legowo’ pun berbeda-beda. Ada yang terlihat adem ayem, ada pula yang malah terlihat emosional.
Yah, apapun tindakan mereka, legowo atau tidak, pastinya didukung oleh masing-masing pendukungnya. Entah itu dilihat dengan hati terbuka atau hati tertutup.

Nah, mungkin hal yang satu ini bisa dijadikan contoh seperti judul blog ini.
‘Legowo terhadap Kekalahan Brasil’.
Sebagai pencinta tim sepak bola Brasil (yah, daku tau daku menstrim), pastinya daku malu dan kecewa dengan kekalahan dahsyat kebobolan 10 gol dalam 2 pertandingan terakhir di semifinal dan bronze final, serta hanya menyisakan 1 gol yang ditorehkan oleh Oscar yang (katanya) karena ridho diberi oleh Jerman.

Bagaimana pecinta tim Samba itu mengekspresikannya? Jika daku termakan isu berita foto palsu kerusuhan setelah kekalahan Brazil, maka mungkin daku akan mencontohkan peristiwa itu sebagai contoh pendukung yang tak legowo dalam menyikapinya. Namun, kenyataannya tak ada berita tentang kerusuhan tersebut.

Malah yang harusnya disoroti adalah sikap legowo sesungguhnya dari seorang opa pecinta tim Brasil yang malah memberikan replika piala dunianya pada gadis pecinta tim Jerman dengan berkata, Take it to the final! As you can see, it is not easy, but you deserve it, congratulations.”

Sikap pemain Brasil sendiri pun tidak ada yang memancing emosi dari tim lawan.

Kembali lagi melihat ke dalam negeri sendiri di Indonesia. Apakah pertarungan pilpres ini ada yang sedemikian legowonya dalam mengakui kekalahannya? Bukankah itu bisa menjadi tolok ukur dalam melihat sikap mantan capres tersebut dan setidaknya ada sikap plus yang bisa dilihat dari seorang yang kalah?

Opa pencinta tim Brasil itu sudah membuktikannya. Apakah ada yang bisa membuktikannya dari Indonesia sendiri? Negara yang katanya ramah tamah dan murah senyum ini.

Owh, saya sendiri?
Daku pun mengakui dan menerima kekalahan Brasil yang menyakitkan itu. Daku juga menyetujui salah satu opini yang menyebutkan bahwa ketiadaan Neymar dan Silva yang membuat permainan Brasil tidak bisa berkembang terkesan lebay ga bisa move on-nya. Kemana pemain-pemain muda bertalenta Brasil yang tidak tergantung satu sama lain?

Faktanya memang kalah. Kenapa jadi ga bisa menerimanya?

Sebagai pendukung, ya hanya bisa mendukung dalam suka dan duka. Kalau mau sukanya aja, bagaimana bisa menghadapi tekanan mental jika tiba-tiba menghadapi duka? Setiap peristiwa ada pasang surutnya bukan?

Leave a comment »

World Cup 2014 Final: Germany vs Argentina

Final
Monday 14 Jul 2014: 02.00 (Indonesian time) Germany vs Argentina

image

Final, 14 July 2014, Germany vs Argentina, by app Fot Mob

Leave a comment »

World Cup 2014 Bronze Final: Brazil vs Netherlands

Bronze Final
Sun 13 July 2014: 03.00 (Indonesian time) Brazil vs Netherlands

image

Bronze Final, 13 July 2014, Brazil vs Netherlands, by app Fot Mob

Leave a comment »