Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Money Can Buy Happiness?

Ketika suatu keinginan sulit tercapai karena faktor eksternal,
Ketika suatu keinginan pribadi menjadi keinginan umum,
Ketika suatu keinginan menjadi bahan perbandingan dengan keinginan lain,
Apakah semua keinginan itu dapat tercapai dengan mudah?

Ambil contoh saja Ricardo Izecson dos Santos Leite a.k.a Kaka’. Sudah dari beberapa tahun belakangan ini kabar kepulangannya kembali ke klub sebelumnya, AC MILAN, terus mencuat.

Kabar yang beredar mengatakan bahwa Kaka sendiri yang memang sangat ingin kembali ke Milan karena suasana yang tidak kondusif lagi di Real Madrid.

Milan dan para Milanisti sendiri pun sebagian besar menerima dengan senang hati kabar gembira tersebut. Diharapkan dengan kedatangannya, kejayaan Milan dapat kembali seperti dulu.

Ada yang menerima, ada pula yang menolak. Salah satu yang menolak adalah pemain lama Milan, Boban. Inti yang dibicarakan adalah adanya Kaka di Milan tidak akan berpengaruh banyak dalam kemajuan Milan karena formasi yang dipakai Allegri sekarang tidak sama dengan formasi yang dulu dimainkan oleh Kaka, sehingga apapun posisi Kaka, ia tidak akan banyak berperan dalam formasi yang baru ini.

Well, itu baru sekadar pro dan kontra. Untuk hasil dan keputusannya tetap di tangan sang bos Galliani. Meskipun Kaka dan agennya sudah makan malam bersama beberapa pemain Milan di restoran Seedorf (salah satu punggawa Milan yang musim lalu memutuskan untuk gantung sepatu dari Milan) pada 17 Januari 2013, tetapi keputusan beberapa hari kemudian tidak sesuai dengan harapan sebagian besar Milanisti.

Lagi2 untuk kesekian kalinya masalah fiskal menjadi kendala dalam menggolkan Kaka kembali ke Milan. Pasang surut berita kedatangan Kaka ke Milan yang awalnya tak jelas juntrungnya pun membuat kesal saya pribadi karena kabar yang simpang siur, meskipun hasil akhir sudah didapat. Apalagi ditambah kekecewaan karena malah Baloteli yang akhirnya malah masuk skuad Milan.

Masalah Kaka juga saya buat persamaan dengan kondisi saya sekarang. Hati Kaka sudah tak di tempat sekarang ia berlabuh, begitu pula dengan hati saya di tempat yang beberapa tahun ini memberi pengalaman baru. Okelah, pendapatan yang didapat memang lebih tinggi dibanding di tempat yang baru, bagi Kaka juga pendapatan mungkin lebih tinggi di tempat yang sekarang daripada di Milan. Tapi apakah “Money can buy happiness”???

Well, I would be happy if Kaka also moved to where his life began.

I moved, he also moved. But, the reality is different now. January has passed and no more news about the transfer of Kaka.

Well, saya pikir my dream came true in this new place:

1. kerja bareng teman

2. kerja mulai dari nol (meskipun hasil yang dapat juga harus dari nol dulu)

Setelah diterima dan dijalani, ternyata hal ini pun masih belum seberapa dibanding kendala-kendala yang harus saya hadapi dari pihak eksternal, plus belum 100% keluar dari tempat sebelumnya. Pengen rasanya jambak-jambak rambut, but of course it won’t solve the problem(s).

Namun, jika dilihat dari apa yang telah saya tempuh selama ini, saya merasa masih belum sebanding dengan perjuangan hidup teman saya, May.

Banyak kendala yang telah ia hadapi, tapi terlihat ia tegar dalam menghadapinya (kalau saya dalam posisi dia, sepertinya saya ga kuat dalam menghadapinya), hingga satu per satu mimpinya terkabul. Even, she has met one of her favourite football player (so jealous!!!). And she looks happier than me now…

Well, setidaknya itu dari kacamata saya yang membaca berbagai cerita dari blognya. Judul “From zero to hero” mungkin bisa disematkan untuk membuat film tentangnya, hehehe… Hero of inspiring life…

Yah, kalau dia masih ingat, dia pernah membantu menulis dalam menganalisa hal yang waktu itu bagi saya penting, tetapi menurut dia tidak penting. Tapi dia masih mau membantu untuk mengutarakan pendapatnya. Dan makin lama saya juga menyadari bahwa hal itu sepertinya memang bukanlah hal yang penting dan tidak perlu terlalu dipikirkan. Dia menyadarkan saya hanya lewat secuil tulisannya dan sekarang ia lebih menyadarkan saya lagi melalui serangkaian cerita hidupnya.

Ah ya, Kaka, saya, dan May pastinya mempunyai masing-masing cerita latar belakang yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah bagaimana melewati perjuangan hidup itu hingga mencapai mimpi yang diraih.

So??? I still have to struggle to pass this burden…

Thanks for inspiring me, Kaka and May… ^.^

(mid Jan- early Feb)

Advertisements
3 Comments »