Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Ulasan Novel Digital Fortress (Benteng Digital)

1st edition cover

1st edition cover

Benteng Digital cover - versi Indonesia

Benteng Digital cover – versi Indonesia

Tentunya sudah banyak yang tahu bahwa Dan Brown adalah seorang penulis Amerika terkenal. Dua buah bukunya yang terkenal adalah The Da Vinci Code (April 2003) dan Angel & Demons (2000), masing-masing pun telah difilmkan pada tahun 2006 dan 2009. Masing-masing mengangkat tokoh yang sama, yaitu Robert Langdon, dan sama-sama juga berlatar gereja Katolik.

Namun, tidak banyak yang tahu kalau ada buku sebelumnya yang dipublikasikan tahun 1998, yaitu Digital Fortress dengan terjemahannya adalah Benteng Digital. Genrenya juga tidak jauh dengan yang sebelumnya, yaitu misteri dan thriller, dengan tokoh dan latar yang sama sekali berbeda.

Novel ini mengisahkan seorang wakil direktur NSA, Stratmore, yang awalnya bingung untuk menghentikan pencari kode terbesar NSA, yakni TRANSLTR agar tidak terus berputar selama hampir 18-20 jam. Sedangkan biasanya mesin TRANSLTR ini bekerja hanya sekitar 6-10 menit. Ada apakah ini? Apakah disebabkan oleh virus, human error, ataukah ada penyebab lainnya? Padahal, sistem keamanan di sini selalu terjamin.

Oleh karena itu, Stratmore meminta bantuan kepala kriptografi, Susan Fletcher, untuk mencari akar penyebabnya. Ternyata terdapat kode misterius yang telah dirancang oleh Ensei Tankado merasuki sistem sehingga TRANSLTR terus berputar untuk mencari kodenya. Sebelumnya ia menjadi karyawan dan tidak diperlakukan dengan baik oleh NSA. Maka ia mengancam dengan kode misterius tersebut agar bisa membuka rahasia kepada publik bahwa superkomputer TRANSLTR bukanlah sebuah produk gagal. Supaya keamanan nasional tidak terancam, Stratmore dan Fletcher pun berusaha sekuat tenaga mencari kunci agar data-data negara terhindar keluar ke publik.

Di sinilah petualangan dimulai, Stratmore meminta bantuan tunangan Fletcher, yaitu David Becker untuk mencari kunci pembuka di Spanyol agar bisa menghentikan TRANSLTR berputar.

Tidak seperti kedua novel di atas yang memperlihatkan petualangan hanya dari sisi Robert Langdon, di novel ini Dan Brown menyuguhkan dua petualangan dari sisi Becker di Spanyol dan dari sisi tubuh NSA di Amerika.

Tidak banyak setting pula yang ditunjukan. Meskipun diceritakan dari dua negara, tapi perpindahan tokoh tidak terlalu signifikan. Di Amerika sendiri pergerakan tokoh hanya di gedung NSA saja, sedangkan di Spanyol pergerakan tokoh lumayan banyak berkeliling Spanyol dan tentunya berkejaran dengan penjemput maut.

Namun, jika sudah terbiasa membaca dua hasil karya Dan Brown di atas, maka pembaca dipastikan bisa mengira-ngira sang pelaku pembunuhan yang tidak jauh-jauh dari tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya. Dan Brown juga memainkan anagram yang ia mainkan juga di The Da Vinci Code-nya.

Diumumkan pada tahun 2014 bahwa buku ini akan dibuatkan film serialnya bahkan sudah ditunjuk penulis skenarionya, tapi sampai saat ini penulis belum menemukan apakah benar sudah dimulai prosesnya.

Leave a comment »