Depzkwan's Blog

My Life's Passion

TedEx Rasa Ryan Higa : Cyber Bullying 

Tau TedEx kan? Salah satu acara yang saya lihat bahwa setiap orang pasti punya kelebihan masing-masing untuk dibagikan pada orang lain. 

Nah, bukannya mau membandingkan atau bagaimana ya, tapi entah napa setelah menonton beberapa video youtuber Ryan Higa asal Amerika yang dalam segmen “Dear Ryan” kok ya seperti mendengar opini yang berbeda dari umum. Jadi seperti TedEx rasa Ryan Higa. 😂

Bedanya Ryan Higa mengemasnya dalam bentuk parodi dan seringkali muncul di benak saya : “ada benernya juga nih.” 

Beberapa topik yang pernah diangkat adalah tentang “Cyber Bullying” dan “How To Stay Positive“.

Dua topik tersebut terlihat umum kan? Namun, dia memberi solusi – yang menurut saya – agak berbeda dengan kebanyakan orang. 

Dari topik cyber bullying ia tidak menekankan “Stop Cyber Bullying” atau sejenisnya, tapi ia memberi masukan pada pihak yang di-bully

“Cyber” ini biasanya mengacu pada yang berbau internet. Biasanya yang sering mem-bully adalah via media sosial. 
Nah, saran dari Ryan, bagi yang di-bully, silakan meng-unfollow, block, atau delete komen dari si pem-bully

Terinspirasi dari sini, saya ikut menambahkan : tidak usah punya akun media sosial saja sekalian. Atau yang paling gampangnya adalah tidak usah tampil di publik. 

Kalau saya sih bakal iri banget ya kalau ada teman yang ultahnya berdekatan dengan saya tapi malah dia yang banyak diberi selamat dan kado. Padahal kedudukan dan jabatan saya lebih tinggi dari dia. (Misalkan) (Eh, ini nyambung ga ya?)

Ryan yang waktu sekolah juga dibully ini juga memberi saran supaya ada pembelajaran ke anak-anak bagaimana mengatasi diri sendiri saat di-bully

Mental Ryan yang waktu itu masih sekolah memang sempat terpuruk saat di-bully. Tapi apa gunanya memikirkan bully-an tersebut? Akhirnya dia menemukan solusi tersendiri yaitu dengan menanggapi setiap bully-an menjadi candaan balik ke si pem-bully.

Karena itu akhirnya dia senang membuat orang lain tertawa dan akhirnya menghantarkan dia pada kesuksesan sebagai youtuber sampai tahun ini selama 11 tahun. 

Saya sendiri sebagai korban bully juga akhirnya ingin membuktikan bahwa saya juga ada kelebihan tersendiri. 

Sebenarnya ada “nasihat” juga dari Ryan bagi si pem-bully. Sederhananya, setiap orang pasti punya masa lalu. Setiap orang pasti pernah muda. Setiap orang (mungkin) pasti pernah juga melewati hal-hal yang bahkan mungkin seperti yang mereka bully itu. Jadi, lihat diri sendiri dulu sebelum bully orang lain. 

Kemudian yang topik “how to stay positive” sebenarnya sederhana banget. 

Sesuatu di balik kejadian yang negatif atau tidak mengenakkan pasti ada hal positif di balik itu. 

Di balik sederhananya kalimat itu ia pun mengemasnya dengan adegan parodi yang lebih membuat kita juga berpikir lebih jauh (tidak sekedar parodi). 

Setiap orang pasti punya pendapat masing-masing terhadap topik tertentu tapi apa salahnya saya berbagi pendapat dari orang yang memiliki pemikirannya tersendiri. 

PS: Bagi yang mau menonton videonya, semoga keahlian listening Bahasa Inggrisnya bisa bertambah, karena kecepatan berbicara Ryan cukup luar binasa. 😂

Video udah 3 tahun lalu sih, tapi tampaknya masih relevan sampai saat ini. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Advertisements
Leave a comment »

Kejutan di Subuh Buta

Pagi yang dingin. Di dalam mobil ia memegang tangan kananku erat. Hangatnya begitu merasuki jiwa. Rasa nyaman yang tak pernah kudapati sebelumnya. Lagu itu pun masih mengiringi perjalanan kita. 

———-

我为你心跳 我为你祈祷
Wo wei ni xin tiao, wo wei ni qi dao
My heart beats for you, and i pray for you.
因为爱让我们能遇到
Yin wei ai rang wo men neng yu dao
It is because love let us meet
因为你开始燃烧 痛才慢慢治疗
Yin wei ni kai shi ran shao, tong cai man man zhi liao
It is because you passion is starting to burn now, the pain is slowly cured
我要和你拥抱 牵你的手一起去奔跑
Wo yao he ni yong bao, qian ni shou yi qi qu ben pao
I want to embrace you, hold you hand and run together with you.
你存在的这一秒 会不会是我依靠
Ni cun zai de zhe yi miao, hui bu hui shi wo yi kao
This second that you exist in, will it be my support?

给我的微笑 全都记在脑海了
Gei wo de wei xiao, quan dou ji zai nao hai li le

The smile you gave me, it is all saved in my mind

变成快乐的符号

Bian cheng kuai le de fu hao

It is a symbol of happiness.

节奏在跳跃 这是恋爱的预兆

Jie zou zai tiao yue, zhe shi lian ai de yu zhao

The rhythm is leaping. It is a symptom of falling in love.

挑动我每一个细胞

Tiao dong wo mei yi ge xi bao

It provokes every cells of mine.

天亮才睡觉 让我思绪都颠倒
Tian liang cai shui jiao, rang wo si xu dian dao
I will only sleep at daylight,  it reverse my thoughts.
这次我不想放掉
Zhe ci wo bu xiang fang diao
This time, i don’t want to let go.
防备全关掉 只许你无理取闹
Fang bei quan guan diao, zhi xu ni wu li qu nao
All my defences will be switched off, i allow you to be unreasonable
慢慢走近你的步调
Man man zou jin ni de bu diao
I will get closer to your pace

心也一层一层被你融掉

Xin ye yi ceng yi ceng bei ni rong diao
You melt my heart, layer by layer
一天一天为你开窍
Yi tian yi tian wei ni kai qiao
Day after day, i became better because if you.
一秒一秒想你的微笑

Yi miao yi miao xiang ni de wei xiao

Every second, i am thinking of your smile

——–

Lagu itu? Dari mana ada lagu itu? Lagu yang telah kupakai menjadi ringtone whatsapp khusus. Khusus untuk satu orang. Dia.

Tiba-tiba ada sosok muncul, melongokkan kepalanya dari balik pintu. Mataku terbelalak. Dia!

Subuh-subuh buta begini ngapain coba? Dia duduk di samping tempat tidur dengan ponsel yang masih mengumandangkan lagu 因你而在 dari JJ Lin.

“Kamu pernah pakai lagu ini untuk ringtone whatsapp dariku kan?” tanyanya sambil menatapku.

“Darimana kamu tahu?” balik tanyaku penasaran.

“Engga penting aku tahu darimana. Yang penting sekarang giliranku yang memakai lagu ini untuk semua notifikasi darimu.”

Aku masih terdiam. Antara masih ngantuk dan terkejut.

“Sori ganggu ya. Sekarang kamu siap-siap sana. Aku udah izin ke mamamu untuk ke Karmel (Gereja Karmel di Lembang, Bandung).”

Sudah dibangunkan subuh-subuh, terus tiba-tiba disuruh langsung siap-siap. Aku menjatuhkan diri kembali di kasur dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut.

“Hey! Bandel ya…, ” ujarnya sambil menarik selimutku dan mendorongku sampai keluar tempat tidur. Menjengkelkan banget.

“Mandi dulu ya, Darling…, ” katanya sambil tersenyum memaksaku untuk mandi.

Ah… Seperti lagu tadi, senyumnya memang menjadi simbol kebahagiaanku.

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Biarkan Saat Kami Sah… 

Tangan kanannya mengelus pelan punggung tangan kananku. 

Duduk di bawah pohon tua yang rindang di tengah hutan lindung membuat kami agak terkantuk-kantuk. 

Kepalaku bersender pada bahunya. Sudah ingin tidur saja, tapi kutahan supaya tidak ke alam mimpi. Rasa kantuk ini seperti berantem dengan angin sepoi-sepoi yang hilir mudik tanpa ampun. 

“Engga lama lagi, ada sesuatu yang akan tambah di jarimu sebelah sini,” bisiknya dengan suara khas pria. 

Aku menanggapinya hanya dengan sunggingan bibir. Sulit dipercaya akhirnya dia memuntahkan kata-kata itu. Kucubit pipinya karena gemas. Eh, dia malah balas mencubit juga. Terjadilah perang cubitan selama… beberapa detik. 

Kemudian ia mengelus-elus pipiku yang dicubit olehnya. Eh, tiba-tiba malah mencium keningku sambil memelukku erat. Engga mau pisah tampaknya. Badannya yang hangat membuatku sangat nyaman berada di dekatnya. 

Hari masih sore. Sinar matahari yang sebentar lagi beranjak dari peraduannya menembus celah-celah daun pepohonan. Cukup silau. 

Saat aku kembali ke posisi duduk semula dengan elegan ia menampilkan telapak tangannya di depan mukaku. 

Ahhh… Andaikan waktu berhenti sesaat. Membiarkan kami sejenak berduaan tanpa mengenal waktu. Tanpa diganggu juga oleh ponsel, bahkan media sosial. 

Biarkan saat kami sah dunia baru mengetahuinya. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Akhirnya Tunangan Juga

Tangannya diangkat, kukira akan memukul, ternyata dia membelai rambutku.

“Besok makan siang bareng ya, aku jemput,” katanya lembut. Aku menjawab dengan senyuman. 

Yup, akhirnya dijemput. Tapi kenapa serumah semua dibawa? Dikira kan berdua ya. Lihat semobil penuh rasa bete sudah merasuki jiwa. Tapi sunggingan senyum harus tetap dipaksakan supaya tak dikira jutek oleh keluarganya. Sebenarnya juga tambah tak enak sewaktu aku duduk di kursi penumpang depan menemaninya sebagai supir saat itu. 

Ternyata boro-boro makan siang. Kami turun di villa Lembang yang dingin-dingin empuk. Ia tak bicara juga tentang menginap. Jadi… Memang tak menginap kan? Owh, maap, setelah turun aku langsung diajak dahulu ke ruang makan untuk bersantap ria. 

Kemudian hal yang membuat dag-dig-dur terjadi. Ia memegang tanganku, menyeretku ke depan keluarganya, merangkulku supaya tenang, lalu berbicara…

“Ma, Pa, Kak… Ini… Calon… ”

“Calon istri? Selamat ya, Han.” Kakak laki-lakinya memotong. Bagaikan gledek menyambar jantungku. Aku pun langsung menatap Han meminta kepastian. 

“Bukan, Kak! Dia calon pembantuku…” Terpotong. Kenapa? Diam. Sambil memandangku. Di depan keluarga gini siapa yang grogi coba. Apalagi yang buat kesal itu jawabannya itu lho. 

“…yang setia. Menemaniku terus. Sampai akhir hayat,” lanjutnya, masih sambil memandangku, sampai aku salting tujuh keliling. 

“Engga harus ‘pembantu’ kan,” bisikku sambil mencubit pinggangnya. 

“Aw… Ya… Begitulah Ma, Pa, Kak. Semoga dia diterima di sisi… Maksud saya, kehadirannya diterima di keluarga ini.”

Mulai ngaco. Tapi, sebelum aku mulai protes lagi. Ia mulai mencium keningku, turun ke hidung… Turun ke… Tangan… 

Tara… Bukan sulap bukan sihir. Setelah selesai adegan menciumnya, tiba-tiba ada sebuah cincin nyantol di jari manisku yang memang sudah manis ini. 

Setelah dua tahun kami menjalin kasih… (Lagu romantis berkumandang) 

Setelah suka duka kami lewati… 

Setelah badai menerjang.. (Owh maap, harusnya “walau badai menghadang”)

Cinta kami akhirnya tersatukan… 

“Cincinnya bagus kan, Ma?” ujarnya tanpa rasa bersalah. Mencopot kembali cincin dari jariku lalu memberikan pada mamanya. 

Aku yang sudah melayang tiba-tiba dijatuhkan kembali. Untung ga loncat jingkrak-jingkrakan. Mau ditaruh di mana mukaku? 

Aku yang malu pun keluar rumah, eh…  villa. 

Seperti di sinetron saja, ada adegan grab wrist dan membalikkan badanku. 

“Sayang, sori,” ucapnya lembut sambil memegang kedua pundakku erat. Namun, tatapanku masih penuh amarah. 

Salah satu lutut ditekuk. Dan satunya lagi dibiarkan memanjang di tanah. Ia mengeluarkan cincin lain dari kantongnya. 

Tidak ada basa-basi dulu, langsung saja nyelonong mengambil tangan kiriku dan menyematkan cincin itu di… Oke… Sementara di jari tengah karena ternyata dia membelinya agak kebesaran dikit. 

Karena katanya dia beli dari temannya, jadi bebas mau tukar kapan saja. Asal udah bayar juga sih. 

Dua hari telah berlalu sejak kejadian itu. 

Well, let’s see tomorrow for the new ring. 😊

#nulisrandom2017 dari nulisbuku 

Leave a comment »

Generasi Milenial

Generasi milenial sekarang banyak banget tren yang naik turun dalam satu tahun.

Dalam dua tahun terakhir ini saja sudah banyak tren yang terlewati. 

Sebut saja ada tren apa di bulan yang sama sekarang ini tapi di tahun lalu? 

Kurang lebih ada tren Valak dan Pokemon Go (pokemon di awal Bulan Juli sih sebenarnya) di waktu yang sama tahun lalu. Tahun ini? Bisa dikatakan Fidget Spinner. 

Entah apa lagi tahun depan, waktu dan tren cepat sekali berlalu.

Perubahan-perubahan ini tidak seperti yang dialami anak 90an. Satu jenis mainan bisa lumayan lama jangka waktu bertahannya. 

Saya setuju dengan Youtuber Amerika ini yang mengatakan (kurang lebih) bahwa seharusnya orang tua tidak memaksakan kehendak pada anaknya karena zaman orang tua dan zaman anak sekarang sudah berbeda. Begitu juga sebaliknya, anak zaman sekarang jangan memaksakan anak 90an untuk selalu bisa memainkan perubahan tren yang terjadi sekarang ini. (Semoga saya tidak menyalahartikan video Ryan Higa ini.)

Saya sendiri sebagai anak 90an melihat banyak anak zaman sekarang yang selalu mengikuti perubahan tren supaya diaku atau gagayaan di masyarakat luas. 

Namun memang tak bisa disangkal juga jika media sosial pun bakal laku jika benar-benar mengikuti tren yang ada. 

Hanya mungkin sifat pengikut tren saja yang berbeda-beda. Ada yang berlebihan, ada juga yang biasa saja (sekedar tau).

Tidak ada yang salah sebenarnya dalam mengikuti tren, tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya menjadi hal positif dan memfilter yang negatif. 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku

Leave a comment »

Besar Kepala? 

Kadang memang masih ada orang yang merasa sudah berkecimpung di dunianya belasan atau puluhan tahun jadi merasa tahu segalanya dan besar kepala ya… 

Lhaaa… Yang SEBENARNYA engga tahu apa-apa juga malah seringkali sok tahu dan besar kepala juga… Anehnya, pede lagi. 

Oke, balik lagi…

Saya salut banget melihat salah satu youtuber Amerika yang sudah nyemplung selama 11 tahun tapi sama sekali sikap dan sifatnya engga seperti sudah di atas langit. Down to earth nya tuh bener-bener earth banget. 

(Sebenarnya saya juga baru tahu ada youtuber seganteng dia dan selama sebelas tahun itu saya baru tahu kemarin. Memang telat banget. But better late than never kan)

Entah karena dia dulu memang engga pernah mau lanjut sekolah… 

Entah karena itu dia anggap sendiri bodoh… 

Entah karena kakak laki-lakinya terlihat lebih pintar akademik daripadanya (atau malah lebih pintar segalanya)… 

Atau entah lainnya… 

Namun, selama sebelas tahun itu dia sudah menghasilkan video-video yang menurutku ide-idenya absolutely brilliant

Segitunya dia sudah menelurkan banyak video, tapi dia masih menganggap dirinya nothing.

Sebenarnya orang yang “terlihat” atau “dianggap” pintar itu seperti gimana sih? Apa yang menjadi pertimbangan bahwa orang itu pintar atau tidak? 

Mungkin anda lulusan universitas terbaik, atau mungkin anda lulus dengan nilai terbaik, atau mungkin anda punya uang miliyaran dolar… 

Namun,

“Apakah anda tahu bagaimana rambut diwarna dan bagaimana cara mempertahankannya? 

Apakah anda bisa masak dan mempersiapkan 3 course meal

Apakah anda tahu cara mengganti ban? 

Apakah anda tahu cara memperbaiki toilet yang bocor? 

Atau apakah anda tahu cara menulis, film, dan edit video yang tidak terlalu panjang, dan perhatian penonton bisa terpaut sampai akhir? 

Karena jika anda tahu, TOLONG ajari saya.” – Ryan Higa (7 April 2017)

Jadi, apakah anda tahu segala sesuatu yang ada di dunia ini? 

#nulisrandom2017 dari nulisbuku 

Leave a comment »