Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Meraih Kebahagiaan melalui 3 Buku Kesehatan

Karena saya suka informasi yang berhubungan dengan kesehatan, maka apa salahnya saya mengulas 3 buku ini. Apalagi dari 3 buku ini saya jadikan satu ulasan karena satu sama lain saling berkaitan, dan ternyata teori-teori yang saya baca itu diterapkan di klinik kesehatan di mana saya pernah bekerja.

Kesehatan itu terdiri dari apa saja sih? Mungkin yang kalian tahu selama ini adalah yang hanya berkaitan dengan fisik saja. Namun, tahukah kalian bila psikis dan spiritual itu berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan?

Secara keseluruhan? Yap. Dalam buku Misteri DNA dijelaskan bahwa “ilmu kedokteran Timur berkembang dengan memfokuskan pada ‘melihat secara keseluruhan’ dimana cara ini bisa menyembuhkan penyakit berat meskipun seringkali tidak bisa dijelaskan secara ilmiah; sedangkan ilmu kedokteran Barat melihat manusia dari bagian-bagiannya dan berusaha mengobati bagian yang sakit, dimana cara ini kadangkala bisa berhasil bisa juga tidak. Oleh karena itu muncul kebutuhan untuk menyatukan kedua ilmu yang berkembang secara terpisah itu.” (h.88.)

Mengapa kita tidak menyatukannya? Mungkin selama ini kita tidak tahu bahwa science itu terbagi dalam 2 sisi seperti koin mata uang yang berbalikan tetapi masih dalam kesatuan yang utuh, yakni sisi day science dan sisi night science. Kazuo Murakami menerangkan bahwa “di balik day science yang rasional dan objektif (bersifat logos / logika), ada jalan belakang yaitu night science yang mengutamakan intuisi dan inspirasi (bersifat pathos / emosi).”(h.36-37).

Oleh karena itu, saya setuju dengan apa yang dikatakan dalam buku Brain Booster bahwa sebaiknya dokter, psikolog, dan psikiater saling bekerja sama.

 

1. Brain Booster

Judul buku: Brain Booster: Menguak Rahasia Successful Mechanism System Penulis : AM Rukky Santoso ISBN-10 : 979-22-2955-8 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit pertama : 19 Juni 2007 (dibeli 2010, dibaca 2016)

Judul buku : Brain Booster: Menguak Rahasia Successful Mechanism System
Penulis : AM Rukky Santoso
ISBN-10 : 979-22-2955-8
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit pertama : 19 Juni 2007
(dibeli 2011, dibaca 2016)

Bisa dikatakan buku ini termasuk day science, sekaligus night science Mengapa? Jangan tertipu dengan kata Brainnya karena sesungguhnya yang ditekankan adalah Boosternya. Keterangan yang berhubungan dengan biologi termasuk di dalamnya, yakni seperti beberapa nama hormon dan kelenjar. Namun, tentu saja otak dijelaskan sebagai sistem pusat dan panglima tertinggi di kehidupan kita tidak boleh dilupakan karena sistem kehidupan tubuh diatur di sini.
Booster yang sesungguhnya adalah saat ada penjelasan tentang energi dan cara bernafas serta visualisasi untuk meningkatkan energi tersebut.

Energi tersebut bukan hanya untuk kesehatan fisik, namun juga untuk psikis, sekaligus hubungan antar individu.

Satu aturan saja saat meningkatkan energi tersebut dengan cara bernafas dan visualisasi adalah JUST DO IT, jangan pikirkan target. Karena jika memikirkan target yang akan dicapai, energi malah akan menutup.

Dalam bab 10 dijelaskan bahwa manusia dibentuk dari tiga bagian utama: tubuh, pikiran, dan jiwa. Ketiga aspek dasar itulah yang menentukan kehidupan manusia, bukan nasib atau takdir. Keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa yang harmonis mutlak dibutuhkan untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Jadi mengapa kita hanya memikirkan jasmani saja untuk kesehatan kita?

Nah, syarat utama supaya kita bisa hidup sejahtera dan bahagia itu apa sih?

Ada 1 pertanyaan dari saya: kita ini tinggal di mana? Yah, KITA, sebagai manusia yang utuh tinggal di sebuah alam semesta bukan? Nah, alam semesta ini berinteraksi dengan gelombang elektromagnetik manusia. Asupan makanan minuman, udara, fungsi tubuh serta PIKIRAN mempengaruhi gelombang elektromagnetik tersebut. PIKIRAN POSITIFlah yang akan membuat gelombang elektromagnetik tubuh itu stabil. Inilah yang menjadi syarat utamanya.

 

Dengan melakukan latihan-latihan pernafasan yang ditawarkan di buku ini, maka setidaknya kualitas hormon dan energi organ tubuh akan meningkat sehingga dapat mempengaruhi tubuh keseluruhan secara positif, bahkan ada yang memberikan testimoni yang terletak di belakang buku ini yang berintikan bisa meningkatkan kualitas hubungan antar individu.

Pada saat di klinik kesehatan, saya juga merasakan kualitas antar individu membaik saat sebelumnya terjadi konflik.

 

Jadi, jangan anggap remeh masalah-masalah energi yang diproduksi oleh partikel-partikel subatom yang membentuk tubuh fisik kita. (kata pengantar)

 

NB: Tersedia di google book, tapi tidak full.

 

2. Misteri DNA

Judul buku: Misteri DNA Penulis : Kazuo Murakami ISBN : 978-979-22-9375-3 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Terbit pertama : 21 Maret 2013 (di Indonesia), 1999 (di Jepang)

Judul buku : Misteri DNA
Penulis : Kazuo Murakami
ISBN : 978-979-22-9375-3
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit pertama : 21 Maret 2013 (di Indonesia), 1999 (di Jepang)
(dibeli 2016, dibaca 2016)

Pada sampul buku, selain judul, juga bertuliskan “Gen dalam tubuh manusia dapat dinyalakan atau dipadamkan seperti sakelar ON-OFF pada tombol lampu. Manusia ternyata dapat menyalakan gen yang baik, dan memadamkan gen yang buruk sesuai kebutuhannya.”

 

Bagaimana caranya? Ya, sisi night science lebih diangkat di buku ini. Melalui berbagai pengalaman sang penulis, ia membagikan banyak tips bermanfaat bagaimana membuat DNA ON atau OFF.

Saya akan bocorkan yang terdapat pada bagian pendahuluan:

a. Mengubah drastis lingkungan tempat berada sekarang.

b. Menghargai pertemuan dengan orang dan pertemuan dengan kesempatan.

c. Berpikir optimis dan gembira dalam keadaan apapun.

d. Merasa tergugah atau terkesan.

e. Bersyukur.

f. Hidup dengan memikirkan kepentingan orang lain dan untuk kebaikan dunia. (atau dengan kata lain: berbagilah kebahagiaan dengan orang lain, kemudian ikut berbahagia pula saat mereka berbahagia)

Apakah itu semua untuk kesehatan psikis saja? Tidak! Dengan melakukan itu semua juga bisa meningkatkan kesehatan jasmani dan kualitas hubungan antar individu.

Di dalam buku ini pun diterangkan bahwa tubuh manusia diciptakan selaras dengan ritme alam di mana kita memiliki jam biologis yaitu dari jam 11 malam hingga 3 pagi. Di klinik kesehatan pun dijelaskan bahwa pada rentang waktu  tersebut (jam 10 pm – 3am), tubuh sedang mencharge energi. Selain untuk jasmani, penulis berbagi pengalaman bahwa dengan bangun lebih pagi maka waktu kerja pun akan efektif dan efisien.

Selain fisik dan psikis di atas, kita kemudian masuk ke dalam ranah spiritual di bab terakhir. Penulis tidak berkhotbah atau semacamnya, tapi ada 1 kalimat yang menggugah saya, yaitu: “saat kita mengetahui keberadaan dan kuasa ‘Sesuatu yang Agung’, kendali diri dan saling menolong yang sejati akan betul-betul menjadi bagian diri.” (h.156)

Dengan mendalami ilmu agama, niscaya agama berpengaruh kuat pada orang yang bersangkutan. Bahkan ilmuwan ternama seperti Newton dan Charles Darwin adalah seorang peneliti teologi.(h.141)

Masih banyak lagi tips-tips keren untuk meng-ON-kan DNA yang baik, dan meng-OFF-kan DNA buruk di buku ini.

Salah duanya adalah:

  • Belajarlah dari amatir, karena biasanya ada buah pemikiran baru dari para amatir. Siapa tahu ada hal yang tidak terpikirkan oleh para profesional yang bisa dimanfaatkan dari para amatir ini.
  • Jangan gengsi! Buang jauh-jauh title anda jika ingin beradaptasi atau sedang meneliti sesuatu untuk pekerjaan anda. Niscaya orang yang diminta tolong akan dengan rela membantu.

 

NB: bisa baca komentar lainnya di goodreads.

 

3. Misteri Otak Kanan Manusia

Judul buku: Misteri Otak Kanan Manusia Penulis : Daniel H. Pink ISBN : 979-963-341-9 Penerbit : Think Yogyakarta Terbit pertama : 2007

Judul buku : Misteri Otak Kanan Manusia
Penulis : Daniel H. Pink
ISBN : 979-963-341-9
Penerbit : Think Yogyakarta
Terbit pertama : 2007
(dibeli 2011, dibaca 2016)

Di buku ini Daniel Pink berujar bahwa sebagian besar orang sukses di muka bumi ini terjadi karena otak kanan yang lebih dominan.

 

Oleh karena itu ia memperkenalkan 6 kecerdasan, yaitu: Disain, Cerita, Simponi, Empati, Permainan, dan Makna.

Setiap kecerdasan ada babnya masing-masing di mana tiap-tiap kecerdasan tersebut berguna untuk mengasah otak kanan.

 

Tanpa mengenyampingkan bagian lain, saya akan memilih 3 dari 6 kecerdasan tersebut.

Pada bagian cerita, saya akan tuliskan tentang ‘cerita vs logika’ yang dijabarkan oleh Don Norman pada halaman 139-140:

Cerita mempunyai kemampuan yang sangat tepat untuk mengontrol unsur-unsur yang ditinggalkan oleh metode-metode putusan formal. Logika mencoba untuk menggeneralisasi, mengosongkan pembuatan keputusan dari konteks, khususnya mencabutnya dari emosi-emosi subjektifnya. Cerita menguasai konteks, mengontrol emosi… Cerita adalah peristiwa-peristiwa kognitif yang penting karena mereka meringkas, dalam satu paket yang padat, informasi, pengetahuan, konteks, dan emosi.”

Kemampuan meringkas itulah yang menjadi lebih penting pada Era Konseptual saat ini. Sesuatu yang sulit dipahami yang kemudian diwujudkan dalam kemampuan bercerita pun akan menjadi bernilai.

Daniel pun menambahkan quote dari Saintis kognitif, yaitu Roger C. Schank:

Manusia idealnya tidak dibentuk untuk memahami logika; mereka idealnya dibentuk untuk memahami kisah-kisah.”

 

Selain itu, di bagian kecerdasan empati, Daniel Pink menjelaskan bahwa empati merupakan kemampuan untuk mengalami dari sudut pandang orang lain, oleh karena itu, empati ini adalah suatu kekuatan yang penting.

Bahkan dalam praktik kedokteran dan perusahaan, seharusnya para tenaga medis dan para pimpinan menerapkan rasa empati ini.

Salah satu cara meningkatkan kekuatan empati adalah dengan memberikan senyuman Duchenne pada sekitarnya. Inti senyuman itu adalah senyuman yang tulus dan tidak palsu, sehingga orang yang dituju merasakan rasa hangat dari dalam diri kita. Energi positif pun akan menyebar.

 

Kemudian pada bagian makna diterangkan bahwa sebaiknya kita juga menganggap spiritualitas secara serius dikarenakan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan kita, baik dari segi fisik, psikis, atau bahkan material. Penelitian otak para biarawati pun menggambarkan adanya bagian otak yang kurang aktif kemudian memberikan kontribusi pada suatu kesatuan emosi dengan sesuatu yang lebih besar. Karya mereka ini memunculkan ilmu baru, yaitu neuroteologi. Ilmu ini mengeksplorasi hubungan antara otak dan pengalaman spiritual.

 

Pendeta Episcopal dan pionir labirin, Dr. Lauren Artress mengatakan bahwa:

Kami bukanlah manusia yang berada pada jalan spiritual, namun manusia-manusia spiritual yang berada di jalan manusia.”

 

Jadi dari 3 buku ini bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk meraih kesuksesan, kebahagiaan, dan kesehatan, seharusnya kita bisa lebih memperhatikan secara keseluruhan, yakni spiritual, jasmani, dan emosi, atau dengan kata lain memperhatikan 3 bagian tubuh utama, yakni tubuh, pikiran, dan jiwa. Dengan begitu, kita sendiri pun dapat memancarkan energi positif pada lingkungan sekitar.

2 Comments »