Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Akhirnya Tunangan Juga

on June 27, 2017

Tangannya diangkat, kukira akan memukul, ternyata dia membelai rambutku.

“Besok makan siang bareng ya, aku jemput,” katanya lembut. Aku menjawab dengan senyuman. 

Yup, akhirnya dijemput. Tapi kenapa serumah semua dibawa? Dikira kan berdua ya. Lihat semobil penuh rasa bete sudah merasuki jiwa. Tapi sunggingan senyum harus tetap dipaksakan supaya tak dikira jutek oleh keluarganya. Sebenarnya juga tambah tak enak sewaktu aku duduk di kursi penumpang depan menemaninya sebagai supir saat itu. 

Ternyata boro-boro makan siang. Kami turun di villa Lembang yang dingin-dingin empuk. Ia tak bicara juga tentang menginap. Jadi… Memang tak menginap kan? Owh, maap, setelah turun aku langsung diajak dahulu ke ruang makan untuk bersantap ria. 

Kemudian hal yang membuat dag-dig-dur terjadi. Ia memegang tanganku, menyeretku ke depan keluarganya, merangkulku supaya tenang, lalu berbicara…

“Ma, Pa, Kak… Ini… Calon… ”

“Calon istri? Selamat ya, Han.” Kakak laki-lakinya memotong. Bagaikan gledek menyambar jantungku. Aku pun langsung menatap Han meminta kepastian. 

“Bukan, Kak! Dia calon pembantuku…” Terpotong. Kenapa? Diam. Sambil memandangku. Di depan keluarga gini siapa yang grogi coba. Apalagi yang buat kesal itu jawabannya itu lho. 

“…yang setia. Menemaniku terus. Sampai akhir hayat,” lanjutnya, masih sambil memandangku, sampai aku salting tujuh keliling. 

“Engga harus ‘pembantu’ kan,” bisikku sambil mencubit pinggangnya. 

“Aw… Ya… Begitulah Ma, Pa, Kak. Semoga dia diterima di sisi… Maksud saya, kehadirannya diterima di keluarga ini.”

Mulai ngaco. Tapi, sebelum aku mulai protes lagi. Ia mulai mencium keningku, turun ke hidung… Turun ke… Tangan… 

Tara… Bukan sulap bukan sihir. Setelah selesai adegan menciumnya, tiba-tiba ada sebuah cincin nyantol di jari manisku yang memang sudah manis ini. 

Setelah dua tahun kami menjalin kasih… (Lagu romantis berkumandang) 

Setelah suka duka kami lewati… 

Setelah badai menerjang.. (Owh maap, harusnya “walau badai menghadang”)

Cinta kami akhirnya tersatukan… 

“Cincinnya bagus kan, Ma?” ujarnya tanpa rasa bersalah. Mencopot kembali cincin dari jariku lalu memberikan pada mamanya. 

Aku yang sudah melayang tiba-tiba dijatuhkan kembali. Untung ga loncat jingkrak-jingkrakan. Mau ditaruh di mana mukaku? 

Aku yang malu pun keluar rumah, eh…  villa. 

Seperti di sinetron saja, ada adegan grab wrist dan membalikkan badanku. 

“Sayang, sori,” ucapnya lembut sambil memegang kedua pundakku erat. Namun, tatapanku masih penuh amarah. 

Salah satu lutut ditekuk. Dan satunya lagi dibiarkan memanjang di tanah. Ia mengeluarkan cincin lain dari kantongnya. 

Tidak ada basa-basi dulu, langsung saja nyelonong mengambil tangan kiriku dan menyematkan cincin itu di… Oke… Sementara di jari tengah karena ternyata dia membelinya agak kebesaran dikit. 

Karena katanya dia beli dari temannya, jadi bebas mau tukar kapan saja. Asal udah bayar juga sih. 

Dua hari telah berlalu sejak kejadian itu. 

Well, let’s see tomorrow for the new ring. 😊

#nulisrandom2017 dari nulisbuku 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: