Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Sok Tau Bujubuneng (2)

on February 10, 2017

Jam sudah menunjukkan 4 sore. Rani sudah menghabiskan waktu di kamar Adel sekitar 2 jaman. Adel mempersilakan Rani jika ia mau mandi dulu di rumahnya. Kebetulan ukuran pakaian mereka pun hampir sama. 
“Ran, ” panggil Adel yang pundak kirinya bersender pada pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

“Apa? ” Suara Rani bercampur dengan suara air gemericik.

“Suara gua kedengeran engga? ” Mulut Adel didekatkan ke pintu.

“Kedengaran. Kenapa gitu? ”

Dengan dahi berkerut, akhirnya Adel berujar, “Nanti aja deh pas lu selesai mandi.”

Lima belas menit berlalu. Adel malah menyuruh Rani mendengar suara air shower pada saat dia mandi.

Setelah selesai mandi…

“Menurut lu, tadi suara showernya sama dengan suara hujan yang turun kalau didengar dari dalam rumah ga? ”

Kali ini Rani yang mengerutkan dahinya. “Lu suruh gua denger untuk tanya kayak gitu? ”

“Ya, bukan bermaksud ‘menghina’ mantan temen gua itu lagi, ” katanya sambil mempraktikkan dua jari di masing-masing tangan sebagai tanda kutip, “tapi ingin tau aja apakah kupingnya waras atau orang lain juga berpendapat kayak gitu.”

“Menurut gua sih ya beda ya suaranya, ” Rani mulai bersuara.

“Meskipun di luar hujan gerimis? ” Adel ingin meyakinkan lagi.

“Ya suaranya beda donk. Suara air shower yang jatoh kan lebih keras gitu. ”

“Apalagi ada bukti CCTV yang memperlihatkan warna tanah jadi berubah karena hujan kan? ”

“Owhh.. Jadi mantan temen lu itu engga percaya lagi hujan?”

“Yup! ” kata Adel sambil menghempaskan pantatnya ke pinggir kasur. “Masih sore en masih agak terang, jadi warna tanah sebelum dan sesudah hujan masih terlihat jelas. ”

“Tapi dia masih bilang ‘engga’ gitu? ”

“Iya, ” kata Adel sambil menyimpan handuknya di sandaran kursi.

“Ceritanya mereka mau pergi keluar makan. TKP nya dari rumah teman gua ini. Bingung gitu kalau mau pergi naik motor kalau hujan.” Adel mulai bercerita.

“Teman gua yang feeling dan kupingnya tajam tuh ngomong ‘wah, hujan’, terus mantannya malah ngomong ‘engga’. Segitunya di sebelahnya CCTV tuh ngotot ngomong ‘engga’ beberapa kali. Sampai temen gua ini ngajak mantannya itu lihat keluar rumah malah engga mau, dan baru bilang ‘dikira shower’. ”

Adel menutup ceritanya dengan, “Gubrag, engga tuh?!” Lalu ditambah lagi, “Masa temen gua itu harus kasih bukti dulu sampai ikut ngotot juga hanya untuk ngebuktiin kalau lagi hujan?!”

“Gengsian gitu orangnya?” Rani mulai bersuara lagi dan bertanya sangsi.

“Entahlah,” Adel mengedikkan bahunya, “gua masih engga habis pikir ada orang yang se-sok tau gitu, ngotot pula. Masih mending kayaknya kalau engga ngotot gitu.”

“Owh… Ada lagi donk yang lebih ngotot. ” Adel berseru heboh kembali.

 

sumber: WIB Net.TV

sumber: WIB Net.TV

Advertisements

One response to “Sok Tau Bujubuneng (2)

  1. […] 1, bukti 2, bukti 3, bukti 4, bukti […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: