Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Ulasan Kumcer Little Stories

on March 21, 2015
Cover Little Stories

Cover Little Stories

Akhirnya aku nulis ulasan kumpulan cerpen (kumcer) yang ditulis salah satu temanku, Adeste Adipriyanti, yang terbit tahun 2014 lalu. Namun, jangan salah. Kumcer ini dibuat dengan konsep yang matang selama kurang lebih satu tahun oleh Deste, dkk. Yup, bukan hanya Deste seorang, tapi dengan teman-teman yang dipertemukan dalam 1 proyek yang dinamakan Lotus Creative Project.

It seemed to be fun, kalau dilihat dari konsepnya. It was so great.

Kumpulan cerpen ini menyuguhkan 4 tema, di mana masing-masing penulis diharuskan bercerita sesuai tema yang didapat:

1. Tema Kuliner. Hmm… dilihat dari temanya sudah pasti tentang makanan ya. Yup, para pembaca bisa melihat lima judul berbagai nama kuliner yang mungkin malah sebagian besar dari pembaca tidak atau belum tahu nama-nama kuliner tersebut, diantaranya yang berjudul “Gohu Buat Ina”by Vera Mensana dan “Brongkos Mertua” by “Adeste Adipriyanti”. “Gohu” ato “Gehu”? Well, baca saja sendiri. Hihi… Kalau dikira isi dari tema ini hanya tentang makanan saja, itu salah besar sekali. Karena tiap cerita boleh bertema apa saja asal tidak menghilangkan sisi kuliner dari keseluruhan tiap ceritanya.

Penasaran? Ssslllrrrppp…

2. Tema Prompter. Prompter? Seperti istilah di tipi-tipi itu ya? Yup, salah satu persamaannya adalah setiap penulis diberikan pilihan 2 kalimat awalan. Perbedaannya, setelah memilih, penulis melanjutkan dengan ide ceritanya masing-masing. Salah dua judul yang mengambil kata dari kalimat prompter tersebut adalah”Pisau” by Rieke Saraswati dan “Lemparkan Saja ke Sungai”by “Vera Mensana”.

Bisa mengira-ngira apa 2 kalimat prompter pilihan tersebut?

3. Tema Demonstrasi Demo masak? Demo karyawan? Demo pemerintah? Atau demo lainnya.

Sama seperti tema kuliner, penulis diberikan tema ini dan bebas menuangkan ide ceritanya tanpa harus menjadikan ‘demonstrasi’ adegan utamanya, asal tidak kehilangan esensi tema itu dalam keseluruhan ceritanya.

Salah satu karakter yang dibuat judul adalah “Aparat” by Faye Yolody.

4. Tema Bebas Yup, bebas. Penulis tidak dibebankan tema tertentu, tentu saja. Rinrin Indrianie membuka tema bebas ini dengan judul “Nama untuk Raka” dengan ide cerita yang sama sekali tidak terpikirkan banyak orang, Bisa dikatakan berhubungan dengan mental seseorang.

Bagaimana dengan genre-genre yang diusung? Well, semua genre yang pembaca tau jadi satu di buku ini. Jadi pembaca ga akan bosan dengan cheesy love or something like that.

Untuk saya pribadi, saya sendiri jarang melihat satu proyek kumcer yang sehebat ini.

Keep writing buat semua penulis. \^.^/ Selamat membaca bagi yang belum, sedang, atau akan membacanya.

Untuk selengkapnya, bisa lihat lewat link GPU dan YouTube.

Advertisements

One response to “Ulasan Kumcer Little Stories

  1. wahh, keren keren,,,, sala kenal yaa…
    mampir ke blog MiQHNuR donk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: