Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Legowo terhadap Kekalahan Brasil

on July 14, 2014

Gara-gara heboh tentang “legowo”, daku juga ga mau kalah untuk membahasnya. Apa sih itu “legowo”? Sudah banyak situs atau blog yang memberikan arti makna atau pengertiannya.

Menurut wawancaraku dengan orang Jowo asli (setelah meluncur di beberapa web pastinya), kata ‘legowo’ itu berasal dari bahasa Jawa halus yang berarti sikap lapang dada, rela, ikhlas. Sudah tentu berhubungan dengan iklas menyikapi suatu keadaan atau peristiwa yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan.

Tanpa memihak salah satu capres yang sedang hangat-hangat kuku diperbincangkan, daku melihat salah satu kubu memberi peringatan pada kubu lain, begitu pula sebaliknya, supaya legowo dalam menerima hasil quick count atau real count yang kredibel. Well, sayangnya ‘kredibel’ bagi kedua belah pihak sepertinya tidak memenuhi kata kesepakatan.

Bagaimana kedua belah pihak menyikapi kata ‘legowo’ pun berbeda-beda. Ada yang terlihat adem ayem, ada pula yang malah terlihat emosional.
Yah, apapun tindakan mereka, legowo atau tidak, pastinya didukung oleh masing-masing pendukungnya. Entah itu dilihat dengan hati terbuka atau hati tertutup.

Nah, mungkin hal yang satu ini bisa dijadikan contoh seperti judul blog ini.
‘Legowo terhadap Kekalahan Brasil’.
Sebagai pencinta tim sepak bola Brasil (yah, daku tau daku menstrim), pastinya daku malu dan kecewa dengan kekalahan dahsyat kebobolan 10 gol dalam 2 pertandingan terakhir di semifinal dan bronze final, serta hanya menyisakan 1 gol yang ditorehkan oleh Oscar yang (katanya) karena ridho diberi oleh Jerman.

Bagaimana pecinta tim Samba itu mengekspresikannya? Jika daku termakan isu berita foto palsu kerusuhan setelah kekalahan Brazil, maka mungkin daku akan mencontohkan peristiwa itu sebagai contoh pendukung yang tak legowo dalam menyikapinya. Namun, kenyataannya tak ada berita tentang kerusuhan tersebut.

Malah yang harusnya disoroti adalah sikap legowo sesungguhnya dari seorang opa pecinta tim Brasil yang malah memberikan replika piala dunianya pada gadis pecinta tim Jerman dengan berkata, Take it to the final! As you can see, it is not easy, but you deserve it, congratulations.”

Sikap pemain Brasil sendiri pun tidak ada yang memancing emosi dari tim lawan.

Kembali lagi melihat ke dalam negeri sendiri di Indonesia. Apakah pertarungan pilpres ini ada yang sedemikian legowonya dalam mengakui kekalahannya? Bukankah itu bisa menjadi tolok ukur dalam melihat sikap mantan capres tersebut dan setidaknya ada sikap plus yang bisa dilihat dari seorang yang kalah?

Opa pencinta tim Brasil itu sudah membuktikannya. Apakah ada yang bisa membuktikannya dari Indonesia sendiri? Negara yang katanya ramah tamah dan murah senyum ini.

Owh, saya sendiri?
Daku pun mengakui dan menerima kekalahan Brasil yang menyakitkan itu. Daku juga menyetujui salah satu opini yang menyebutkan bahwa ketiadaan Neymar dan Silva yang membuat permainan Brasil tidak bisa berkembang terkesan lebay ga bisa move on-nya. Kemana pemain-pemain muda bertalenta Brasil yang tidak tergantung satu sama lain?

Faktanya memang kalah. Kenapa jadi ga bisa menerimanya?

Sebagai pendukung, ya hanya bisa mendukung dalam suka dan duka. Kalau mau sukanya aja, bagaimana bisa menghadapi tekanan mental jika tiba-tiba menghadapi duka? Setiap peristiwa ada pasang surutnya bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: