Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Surat (Setengah) Terbuka untuk Ricardo Kaka

on July 1, 2014

Finally Kaka Officially Leaves Milan. ūüė¶

 

Mengapa surat (setengah) terbuka? Karena belum tentu Kaka mengerti akan surat yang kuajukan ini. Tapi daku ajukan secara terbuka di blogku.

 

Mengapa daku ga pake Bahasa Inggris saja? Yah, biar surat ini mengalir dari bahasa ibu pertiwi saja.

 

Mengapa ditujukan pada Kaka? Karena hari ini sekitar jam 5 subuh waktu Indonesia Barat daku menerima berita yang mengejutkan para pecinta Kaka, termasuk daku tentunya. ūüė¶

 

Dear Kaka,

Baru saja 20 Mei lalu kami mendapat kontak dari opa Galliani bahwa dikau 99% akan tetap di Milan di season 2014-2015. Bahkan sewaktu 2 September 2013 pun opa memberikan kami kejutan besar. Ia berhasil mendaratkan dikau di Milan dengan free transfer dari Madrid dan kontrak yang diajukan adalah dua tahun.

 

But, why oh why??

 

Not too long after 20 May, the bad news appears.

 

Daku sudah seneng banget cita-cita dikau akhirnya tercapai dengan menjadi kapten di Milan. Namun, apakah satu tahun itu cukup untuk dikau?

 

Sebenarnya daku harus mengirim surat ini kepada opa atau kepada dikau ya? Daku jadi bingung.

 

Berita yang kudapat adalah ‚ÄúRossoneri dan dikau memutus kerja sama‚ÄĚ. BUKAN ‚ÄúRossoneri memutus kerja sama dengan dikau‚ÄĚ atau ‚Äúdikau memutus kerja sama dengan Rossoneri‚ÄĚ. Namun, apakah ini benar-benar keputusan bersama setelah Mei lalu opa sepertinya sudah ketok palu bahwa dikau akan tetap tinggal di Milan untuk 1 tahun ke depan lagi? Tidak adakah konspirasi di balik ini semua?

 

Benarkah kepergianmu ini karena dikau memang ingin mencoba bermain di USA, tepatnya di Orlandio City? Kemudian kembali menghabiskan waktu dengan keluargamu dengan bermain tiga bulan di klub Sao Paulo, Brasil?

 

Daku pribadi pastinya sudah tak bisa mengubah keputusan yang ada (siapalah daku ini), tapi setumpuk pertanyaan masih bikin pusing kepala mengapa tidak menyelesaikan satu tahun kontrak lagi. Satu tahun lagi aja, Ka. Ya, Ka! Jadi kapten lagi bisa kan? Ayolah! (malah ngotot)

 

Yah, sudahlah.

 

Tahukah dikau? (Pastinya tak tahu) Meskipun sekitar akhir 2003 dikau baru masuk Milan, tapi daku baru melihat dikau saat Milan menggilas Roma di siaran ulang siang hari di Indonesia tahun 2004. Entah mengapa siaran ulang itu disiarkan ulang dua kali dan kepincut dengan seseorang yang bernomor punggung 22 yang membawa bendera Brasil. You know who.

 

Ya, saat itu memang aku melihat ketampananmu, tapi seiring dengan rajinnya mencari info tentang dikau. Daku semakin jatuh cinta dengan sosok dikau yang sepertinya diciptakan Tuhan tanpa cacat sedikitpun. It’s like THE PERFECT MAN In the world. Tampan, kaya, baik hati, religius, jago main bola, peduli dengan anak-anak yang kurang beruntung. What else? Belum lagi dikaruniai istri cantik dan anak-anak yang imut. Gadis mana yang tidak jealous dengan keberuntungan mereka mempunyai suami dan ayah sesempurna dikau. Bahkan penyakit tulang yang pernah dideritamu seakan tak tampak.

 

Sepuluh tahun sudah hati ini sepenuhnya kuberikan pada sosok dikau yang sangat sempurna. Apakah karirmu benar-benar hanya berlangsung 10-11 tahun saja? Tidakkah dikau mengikuti jejak Maldini dan Inzaghi yang menghabiskan hidupnya di Milan? Ah, sebaiknya kuhindari membandingkan dengan orang lain karena setiap orang pasti mempunyai keputusan masing-masing.

 

Daku hanya sangat menyayangkan satu tahun kontrak lagi yang bisa dijalankan bersama para pencinta, pengagum, dan penggemar beratmu di Milan dipatahkan begitu saja. Namun, yah itu lebih baik daripada kembali lagi bersama Madrid. Durasi empat tahun itu bagaikan seumur hidup bagiku yang 100% yakin dikau akan kembali lagi berlabuh di Milan. Berita yang menaikturunkan emosi tentang jadi atau tidaknya dikau berlabuh kembali ke hati Milan benar-benar membuat capek sebelum September 2013 itu. Namun, apa yang hatiku dapat setelah hanya baru satu tahun mendaratkan lagi pesawat cintamu padaku, kau malah hempaskan kembali begitu saja? (oke, ini agak lebay. Maapkan daku.)

 

Mungkin surat ini aneh. Namun, semoga mewakili hati para pencintamu yang (agak / lumayan / sudah) terluka dengan keputusanmu (yang katanya bersama itu). Meskipun (agak) sakit hati dengan informasi ini, tapi dikau akan selalu menghiasi hati kami dengan bayangan dan segala sesuatu tentang dikau.

 

Seperti kata Milanisti Indonesia, semoga dikau bisa datang ke Indonesia dan menemui daku yang cantik nan jelita ini bersama Milan Glorie. (Jangan lupa tolong tiket gratisnya ya dan free pass ke ruang ganti. Eh…)

 

Sampai jumpa lagi, Ricardo Izecson dos Santos Leite. Semoga Tuhan mengizinkan kita bisa bertemu di waktu dan tempat yang telah ditentukan. (emangnya undangan?) Sepuluh tahun itu tidaklah cukup menayangkan wajahmu di televisi, butuh waktu untuk berhadapan denganmu secara live (setelah menetapkan hati pastinya, supaya jantung ini tak keluar dari tempatnya).

 

NB: Daku yakin dikau tak bisa membaca bahasa Indonesia ini. Namun, mungkin Google Translate dan Bing akan SEDIKIT membantu. Jangan terlalu percaya juga pada mereka. Lebih baik panggilkan Nainggolan supaya menerjemahkan tulisan ini. (tapi curiga Nainggolan juga ga bisa sih, jadi gimana ya enaknya?)

 

FORZA KAKA!

¬†Thank you. Gracias. Grazie… for your dedication for AC MILAN.

YOU ARE THE LEGEND!

YOU ARE ALWAYS IN MY HEART FOREVER AND EVER… uwo uwo uwoooo ooowooo… (backsound lagunya The Moffatts)

 

Peace, Love, Hug and Sincerely yours

Depz ^.^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: