Depzkwan's Blog

My Life's Passion

7 tahun

on December 25, 2013

7 tahun apa? Apa yang kira-kira di pikiran kalian saat melihat kata “7 tahun”?

Well, sebenarnya bukan “7 tahun”nya yang penting, tapi awal dari 7 tahun itulah yang penting, yang menghantarkanku pada titik yang sekarang kucapai.

Tahun 1999 merupakan tahun di mana aku menyukai seorang cowok hingga 7 tahun lamanya. Karena aku menyukainya, hal ini merupakan starting point di mana aku mulai menulis apa yang mau aku tulis. Apakah kalau aku tak menyukainya aku tak akan suka menulis? Pelajaran mengarang sewaktu SD saja hasilnya berantakan.

Lagi-lagi hanyalah Tuhan yang tahu. Ia memberikan jalan dengan suatu sentilan. Meskipun acara taksiran itu berlangsung selama hampir 7 tahun, tapi bukan berarti aku akhirnya berakhir bahagia dengannya. 7 tahun itu diisi dengan bagaimana cara menghargai suatu perasaan itu sebenarnya, di samping tulisan-tulisanku yang memuat tentang bagaimana aku jadian dengan dia meskipun itu hanyalah imajinasi belaka.

7 tahun, melewati 7 Hari Natal. Ia, dari yang masih jomblo hingga punya pasangan. Pelan-pelan, kurang lebih 2 bulan, akhirnya perasaan ini luntur juga. Hingga akhirnya ia menikah dan sekarang sudah mempunyai 2 anak. Aku turut bahagialah pastinya, apalagi perasaan ini sekarang hanyalah sekedar biasa saja dan rasa suka sudah 0 % sejak 2006 lalu.

Tahun ini Ia memberi selamat “Merry Christmas” duluan. Rasa senang tidak semelambung dahulu saat masih punya perasaan, hanya sedikit perasaan lucu yang hinggap karena dulu dan sekarang itu berbeda. Bahkan isi tulisanku saat ini tak mungkin lagi tentang imajinasi jadian belaka dengannya, melainkan bagaimana pengaruhnya dia dalam hidupku menyentuh dunia kepenulisan.

Apakah ia mengetahuinya? Tidak. Well, yah, dari awal memang kami sama-sama tak tahu apa pengaruhnya aku naksir dia, tapi ternyata Tuhan mempunyai jawaban lain yang lebih dahsyat. Meskipun hasil karya ini masih jauh lebih dari sempurna, tapi Tuhan masih bekerja di atas tanganku. Mengiringi setiap tangan ini bermain di atas tuts keyboard ataupun menarikan pena di atas kertas.

Ini baru awal mula sekali sebelum akhirnya teman-teman dekatku menjadi editorku yang setia sampai sekarang.

Mungkin inilah yang dinamakan “tidak ada yang kebetulan di dunia ini, karena everything happens for a reason.” Yah,  Tuhan memberikan sentilan kecil dengan naksir cowok itu (kenapa cowok itu? Jangan tanya, aku pun tak tahu mengapa) sehingga aku bisa menulis apa yang kumau hingga saat ini, hingga Natal ini, bahkan berbagi ucapan Natal pun dengan dia.

 

Semoga berkah Natal ini tidak hanya untuk sebagian orang, tetapi kepada semua orang yang mengimaninya. Amin.

 

Everything Happens for a Reason

Everything Happens for a Reason

Merry Christmas 2013 & Happy New Year 2014

Merry Christmas 2013 &
Happy New Year 2014

25 Desember 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: