Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Caci-maki Berbuah Karya

on December 11, 2013

Sekitar tiga belas tahun lalu di suatu sekolah menengah pertama terlihat seorang gadis duduk di dalam kelas dua sendirian pada saat istirahat. Rambut hitam tebalnya dikuncir satu. Tangan kanannya asyik memainkan pena di atas selembar kertas. Sesekali tangan kirinya yang bebas membetulkan kacamatanya yang sesekali melorot.

Sesaat sebelum bel masuk berbunyi beberapa teman terlihat sudah memasuki kelas dengan berisik, beberapa diantaranya memanggilnya dengan sebutan yang sangat ia benci, “Camen!” Apakah jika mereka memiliki anak, mereka rela anaknya disebut demikian? “Anak Cacat Mental”. Entah apakah zaman sekarang masih ada sebutan itu? Selama sekitar lima sampai enam tahun hingga sekolah menengah atas gadis ini masih diperlakukan layaknya seperti orang yang tak sepantasnya berada di sekitar mereka yang merasa paling benar dan merasa paling sempurna sedunia.

Namun, apakah mereka sekarang menunjukkan hasil karya mereka sendiri? Gadis ini memang tidak bisa melawan di hadapan mereka, tetapi gadis ini melawan dengan hasil karya yang ia ketikkan saat ini, SEKARANG, di blog yang bernama depzkwan.wordpress.com. Jika mereka membaca blog ini, apakah mereka masih mengingatnya?

Tulisan demi tulisan yang ia mulai sejak 2 SMP tersebut merupakan perjalanan panjang hingga akhirnya mimpi menelurkan sebuah buku tercapai. Meskipun masih gabungan dengan penulis lain, tetapi ini adalah langkah kecil untuk melewati langkah selanjutnya.

Tahun 2013 adalah tahun “biru” buat gadis ini. Yah, gadis penyuka warna biru ini mengawali tahun 2013 dengan diterima mengajar di tempat kursus yang bertemakan BIRU. Kuasa Tuhan tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah bergabung dengan tim nulis Peri Penulis, sekitar bulan September-Oktober telur pertamanya pecah. Cover buku pertama baginya ini berwarna BIRU. Telur kedua yang merupakan proyek keduanya pun pecah melengkapi tahun ini dengan serba biru. Cover kumpulan cerita pendek bertemakan Natal diberi ornamen-ornamen Natal dengan warna dasar BIRU.

Apakah gadis ini melewatinya dengan mudah? Sama sekali tidak! Butuh perjuangan dan penolakan berkali-kali untuk membuahi telur-telur tersebut, bahkan sebenarnya ia tidak meminta serba biru itu datang padanya. Namun, serba biru itu yang malah datang sendiri padanya.

Tuhan memang bekerja dengan caraNya sendiri yang bahkan seringkali kita tidak tahu kapan datangnya, tapi Ia tahu kapan waktu yang tepat pada saat kita membutuhkannya.

image

LOOK AT THE WALL!!!
Sang Gadis sedang mengajar di tempat kursus
RUIJIE Education Center, jalan Emong 22, Bandung
022-96032832

image

SEE THE COVER!!
ini adalah kumpulan novelet edisi valentine seri 2
yang merupakan buku pertama Sang Gadis
@Rp 40.000,-

image

SEE THE COVER!
ini adalah buku kumpulan cerpen Natal
yang merupakan buku kedua Sang Gadis
@Rp 47.000,-

So, apakah ini semua merupakan kebetulan belaka?

Hanya Tuhan yang bisa menjawabnya.

Apakah Sang Gadis sedang berpromosi?

Sang Gadis hanya ingin menyampaikan bahwa karya Tuhan yang diturunkan padanya dan teman-teman sesama penulis ini hasilnya tidak hanya untuk mereka. Meskipun mungkin masih ada kurang kesempurnaan di dalamnya, tetapi mereka menghasilkan karya untuk memuliakan Tuhan dengan hati tulus.

Untuk sebagian hasil kumcer Natal akan disumbangkan kepada yang benar-benar membutuhkan. Jika teman-teman menghargai karya mereka, teman-teman pun menghargai hasil karya Tuhan.

Terima kasih sudah membaca. ^.^/

Ttd: Sang Gadis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: