Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Kumpulan Cerpen Noel d’Amour – Peri penulis

on December 28, 2012

Pepatah “ don’t judge a book by its cover”, menurutku, tidak untuk dialamatkan kepada buku kumpulan cerpen ini. You can say “JUDGE a book by its cover” for this Christmas book. Tidak hanya cover yang sudah menarik para pembaca, tapi saat pertama kali membukanya, maka bau harum semerbak pun akan tercium, tambah membuat ingin membaca isi bukunya tersebut.

Well, buku kumpulan cerpen ini sudah terlihat dari cover yang bertema Natal  dan judulnya yang berbahasa Perancis “Noel D’Amour” yang dapat diartikan sebagai “Natal Penuh Cinta.” Ya, meskipun buku ini bisa menemani anda di masa-masa Natal, tetapi pesan moralnya tetap bisa anda alami di kehidupan sehari-hari. It’s as simple as that.

Meskipun isinya masih ada kekurangan seperti kurang spasi di awal-awal cerita dan penggunaan satu kata Bahasa Inggris yang salah, tetapi tak mengurangi makna cerita di dalamnya.

Cover depan kumcer Noel d’Amour

Penerbit       : Peri Penulis Publisher (dgn jasa self publishing Leutikaprio)

Penulis         : Peri Penulis (Juliana Wina Rome, Maria Ch Michaela, Stephie Anindita, Yohanna Yang) dan Penulis tamu (Agnes Bemoe)

Tebal           : 206 hlm (200 gram)

Harga          : Rp 43.500

ISBN           : 978-602-225-546-8

 

  1. Natal Sunyi (by Agnes Bemoe)

Cerita ini bercerita tentang kehidupan suami-istri yang awalnya hidup miskin, tetapi karena kerja keras sang suami keadaan finansial pun menjadi membaik. Namun, apa yang terjadi setelah itu harus ditelan sebagai kenyataan baru yang pahit oleh sang istri.

Cerita ini dibuat seperti buku harian dari istri untuk suaminya.  Sebagai cerita pembuka, isinya, lagi-lagi menurutku, sayangnya agak kurang mengena. Bagian penutup sebenarnya bisa dieksplorasi lagi agar bisa menarik emosi pembaca.

 

2.  Cemara Jadie (by Maria Ch M)

Cerita mengenai suami sebagai anggota band yang harus meninggalkan rumah terlalu sering sepertinya bukan cerita baru lagi untuk kalangan yang mengalami hal sama. Namun, bagaimana Natal menjadi satu tujuan agar sang suami, sekaligus ayah ini dapat berada di rumah supaya bisa berkumpul bersama keluarga inti, menjadi ide menarik isi cerita ini.

Di akhir cerita di mana sang suami berdamai dengan istri sedikit membuatku menitikkan air mata. Sebenarnya agak-agak aneh bagaimana cara istri meminta baikan pada suaminya, tetapi ya siapa tahu di kehidupan nyata ada yang berbuat demikian juga, hehehe…

 

3. No Vacation  (by Juliana Wina R)

Liburan ke luar negeri? Siapa yang tak mau. Singkat kata untuk cerita ini adalah bagaimana kita memanfaatkan dana yang kita punya untuk hal yang lebih membutuhkan. Siapa tahu dibalik itu ada hikmah tersendiri.

Ada hal yang agak tak logis dalam penyampaian cerita di bagian penutup. Entah itu karena untuk menyenangkan sang anak atau bagaimana, sang ayah menuruti kemauannya. Dalam hal ini adalah pengadopsian anak dari panti asuhan yang harus ada pengurusannya.

(koreksi jika saya salah, apakah bisa diurus hanya dalam satu hari dan langsung bisa mengambil (mengadopsi) anak yang dimaksud ke rumah??).

 

4. All I Want For Christmas, Is… Us (by Stephie A)

Saat membaca cerita ini, seperti mengulang kembali memoriku saat masih SMP dimana teman-teman dengan seenaknya mengejek tanpa mau tahu bagaimana terlukanya hatiku. Bedanya, dalam cerita ini diceritakan bagaimana teman-temannya mengejek secara frontal dan bisa dikatakan kurang ajar karena suatu hal berat yang menimpa sang tokoh. Hal ini mengakibatkan sang kakak melepas statusnya sebagai anak pintar di sekolah dengan keluar dari SMA yang terkenal unggulan agar bisa mengikuti program home schooling  bersama adiknya itu.

Ceritanya seperti sinetron remaja gitu ya. Yang bikin kesel itu masih saja ada sekolah yang mengklasifikasikan kepintaran anak dan guru yang tak peduli dengan kesehatan anak. Well, aku ga tau apakah hanya di dalam cerita ini atau masih ada dalam kenyataannya.

 

5. The Reunion (by Yohanna Yang)

Untuk cerita ini bisa terjadi pada siapa saja. Suatu reuni yang membangkitkan masa lalu yang pahit tanpa tahu alasan dibaliknya. Namun, dibalik itu sang tokoh perempuan masih menyimpan rasa pada apa yang telah ia lalui dahulu bersama. Apakah ia tetap bertahan dengan keegoisannya atau menuruti kata hatinya?

Ada satu kejadian tak logis. Mungkin bisa dikatakan “not in the right time, not in the right place” untuk mengatakan hal yang penting di masa lalu. Akhir cerita jadi seperti dipaksakan. Tapi tak tau juga sih kalau pembaca lain yang menilai.

 

6. Sebuah Keyakinan (by Juliana Wina R)

Keyakinan apa? Silakan baca sendiri. Sang tokoh perempuan harus bergelut melepaskan memori masa lalunya dan bergelut dalam memilih masa depannya. Cerita ini menjadi unik di kala Hari Natal menjadi titik balik dari sebuah hubungan yang ada.

 

7. Kandang Natal (by Maria Ch M)

Well, aku senang membacanya karena cerita ini tidak harus membangun konflik di dalam suatu hubungan percintaan, tapi bagaimana pasangan ini berhubungan dengan pihak eksternal dalam menyiapkan Misa Natal. Yang berawal pemikiran negatif menjadi positif dikala sang tokoh mengetahui alasan di balik sesuatu. Namun, di lain hal, sang tokoh juga belajar bagaimana menyikapi orang yang menyebalkan.

 

8. The Night Before Christmas (by Stephie A)

Cerita ini pasti dialami oleh setiap dokter yang ada, yah setidaknya dokter jaga di Rumah Sakit. Untuk cerita ini adalah seorang koas yang mendapat jadwal jaga di malam Natal yang khawatir tidak dapat melakukan Misa Natal bersama sang ibu. Namun, akhirnya dikejutkan oleh kedatangan sang mantan gebetan yang membawa istrinya yang hamil.

Sebenarnya aku agak tak mengerti arah ceritanya mau ke mana. Awal cerita bertutur tentang perasaan bersalah pada ibunya. Namun, sisanya bertutur tentang luka lamanya sang tokoh dengan mantan gebetannya.

 

9. The Voice (by Yohanna Yang dan Maria Ch M)

Ahh, membaca ini jadi mengingatkanku saat dirawat inap di salah satu rumah sakit di Bandung. Bedanya, aku ditempatkan ortu di ruang VIP. Sedangkan sang tokoh meminta pindah dari ruang VIP ke ruang biasa karena kesepian. Di sini ia berkenalan dengan seorang nenek yang dipanggil “Oma”. Yang awalnya ia begitu pesimis dengan sakitnya sedikit demi sedikit ia optimis dengan kesehatannya, tidak hanya karena Oma, tetapi juga karena suara cowo dibalik radio yang sering diputar Oma. Apalagi suara dibalik radio itu juga mendoakan akan kesehatan sang tokoh. Terharu banget.

Akhir cerita ini menurutku bisa menjadi awal cerita baru untuk hubungan baru sang tokoh.

 

10. Pohon Natal (by Juliana Wina R)

Cerita ini begitu sederhana. Seorang anak menginginkan hal sederhana untuk melengkapi hari Natalnya, yaitu dengan sebuah pohon Natal, tetapi ayahnya masih tak sanggup untuk mengabulkan permohonannya tersebut. Namun, karena hal yang tak disangka-sangka, sebuah keinginan sederhana tersebut dapat terwujud.

 

11. Not A Spoil Brat! (by Stephie A)

Lagi-lagi cerita yang mengingatkanku bagaimana rasanya direndahkan teman-teman. Bedanya, di cerita ini sang tokoh berhenti berbaur dengan teman-teman barunya karena sudah terlanjur sakit hati. Namun, seorang kakak kelas mencoba untuk menghibur dan menyemangatinya dengan contoh seekor orang utan yang sedang dipeliharanya.

 

12. Tersadar (by Juliana Wina R)

Seorang suami begitu marah beberapa tahun karena kehilangan ibunya, bahkan hal itu terjadi sebelum ia melangsungkan pernikahan dimana sang ibu sangat ingin menyaksikan anaknya tersebut bersanding di pelaminan. Apakah seorang laki-laki seperti itu bersikap dewasa? Hal itu mengakibatkan kehidupan rohaninya berbanding terbalik dengan sebelumnya, meskipun keadaan finansialnya sudah membaik. Namun, apakah yang membuat ia tersadar dan ingin kembali lagi pada jalan Tuhan?

 

13. Billy (by Yohanna Yang)

Seorang anak ingin sekali bertemu dengan sang nenek di panti jompo dan memulangkannya kembali ke rumah. Kepindahannya ke panti jompo tersebut dapat dikatakan karena pertengkarannya dengan sang ayah di masa lalu. Sang ayah pun awalnya masih tak mau mengabulkan permintaan anaknya tersebut. Namun, satu hari Natal bisa mengubah pemikiran sang ayah.

Billy itu nama cowo kan ya? Namun, kenapa dari awal sampa akhir aku baca ceritanya, dialog yang dibangun seperti dikatakan oleh seorang cewe ya?

 

14. Malaikat Bersayap Salju (by Maria Ch M)

Seorang mahasiswa mengambil beasiswa di London karena ingin melepas sakit hatinya pada keluarga, terutama pada ayah dan adiknya. Seorang gadis yang ia temui membuat ia semakin betah dan tak ingin pulang ke Indonesia. Jadi, apakah ia berubah pikiran untuk pulang ke Indonesia? Apakah ia sanggup melepaskan gadis yang telah merebut hatinya di negeri jauh tersebut?

Oke, sekian review dan curcol kumcer Noel D’Amour ini. Semoga dapat bermanfaat di hari Natal dan Tahun Baru ini. Namun, jangan lupa, kejadian di atas dapat dialami sehari-hari dan kita ambil hikmahnya.

Akhir kata, JOYEUX NOËL et BONNE ANNÉE. Merry Christmas and Happy New Year… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: