Depzkwan's Blog

My Life's Passion

Ulasan Novel Paradoks – Jaune May

on December 3, 2012

Akhirnya gw harus pake bahasa Indonesia juga untuk mengulas novel my friend, May. Well, sebenarnya bukan bener-bener mengulas ya, coz actually ini perpaduan antara curhat (pendapat gw) dan referensi. Hahaha…

Sebelumnya gw harus minta maaf dahulu kepada puluhan para buku, para pdf, para DjVu, para Digibook yang ada di pc-ku dan para cerita yang ada di berbagai aplikasi androidku yang entah itu belum sempat dibaca atau belum selesai dibaca karena gw mendahulukan cerita ini dalam kurang lebih 2 hari yang isinya 200an halaman (kalau baca di android sepertinya ga kerasa ya). Well, gw ga rugi mendahulukan cerita ini karena isinya yang buat penasaran. Eh, sepertinya juga ini untuk 18+ bacaannya, hehehe… Ada sedikit (sedikit banget sih cuma beberapa paragraf) yang gimana gitu. Jadi, yang belum berumur segitu, sabar dulu ya.

cover novel Paradoks by Jaune May

cover novel Paradoks by Jaune May

Oke, novel ini berjudul Paradoks. Bisa dilihat covernya berwarna hitam dan pink. Pink mewakilkan romansa dan hitam mewakilkan konflik di dalamnya, well, you can say paradoks then.

Menurut gw, romansa di dalamnya ga gitu lebay. Konflik di dalamnya pun berjalan mengalir banget dan tidak terkesan dipaksakan.

Untuk yang suka nonton film Spongebob, mungkin bisa mengerti dengan salah satu idenya yang malah menjadi cikal bakal arus cerita ini. Oke, gw kasih spoiler sedikit. Ada yang tau “Hari Kebalikan”? Well, gw ga tau karena hampir ga pernah nonton spongebob. Yang gw dapet dari salah satu bab ini dan maksud dari “hari” itu adalah lu harus menjalani satu hari lu dengan orang yang lu benci. Kata siapa? Kata spongebob (itu yang dikatakan di cerita ini). Nah, siapa tuh orang yang lu benci? Untuk cerita romansa ini lu bisa kira-kira lah ya. Dalam bab ini gw terhibur banget dengan suka duka dan moralnya. Ketawa ngakak dan menitikkan air mata bercampur baur di bab ini. Moralnya dapet banget sampe sepanjang cerita mengenai perjuangan dan berkorban yang harus ditempuh bukan hanya untuk orang yang dicintai, tetapi juga untuk kemajuan diri sendiri.

Untuk setting ceritanya baik waktu maupun tempat itu begitu merindukanku akan masa itu karena sang pengarang, May, yang merupakan teman sejurusan di suatu Universitas di Bandung menuliskan nama-nama jalan dan tempat di sekitar Universitas tersebut. Apalagi dia menulis ini dari sekitar tahun 2005 yang menyebabkan isi ceritanya pun relevan dengan saat itu, contohnya seperti serial spongebob yang waktu itu sering diputar di tivi dan tempat bermain Timezone (yeahhh, I used to play there and so have fun – sekarang apa kabarnya ya?).

Ada satu hal yang gw agak ga setuju dengan dialog yang dipaparkan di sini tentang menyukai seseorang. Yah, mungkin beda pengalaman atau gimana, ga tau ya. Oke, ini spoiler (dikit aja koq) lagi, heheh…

Ada dialog seperti ini: “Gue enggak masalah kalo lo suka Karis. Nggak masalah juga kalo lo munafik dan masih sok support Selphie sama Karis, karena itu semua memang hak lo!… bla… bla…” intinya marah-marah gitu deh ya.

Well, gw agak ga setujunya itu tokoh yang dimarahi (tokoh utama) itu baru ketauan doank klo dia suka sama cowo yang sama dengan menyimpan barang yang sama dengan yang dipunyai cowo itu juga udah dimarahin gitu. Kalau sang teman akhirnya tau dia suka sama si cowo itu, menurut gw ga usah sampe marah-marah gitu, kan dia sendiri yang ngomong dan gw juga setuju tentang menyukai seseorang emang hak setiap orang itu, lagipula sama-sama udah tau juga belum ada yang jadian.

Nah, kalimat selanjutnya itu yang menurut gw ga terlalu berhubungan dengan kalimat pertama. Karena kalau menyukai orang itu emang hak setiap orang, kalau munafik dan sok support itu udah menyangkut perasaannya ke mana-mana(red-nyakitin hati orang laen). Untuk kasus ini, kalau dilihat dari marahnya sang teman, dia emang ga tau apa-apa jadi bisa berkata seperti itu, tapi apa tidak sebaiknya ditanya baik-baik dulu gitu untuk dialognya ya? Hehehe…

Beda lagi kalau kata-kata “munafik dan sok support”nya ditambah dengan “ketauan jadian sama tuh cowo diem-diem terus menghilang”. She disappeared without explaining at all and not honest at all. They are close friends lho, dia anggap apa perasaan temen deketnya itu? (oke, stop it! Kenapa gw jadi curhat bneran?) Lebih kesel mana coba dengan yang sebelumnya cuma ketauan simpen barang yang sama doank?

Ini kan kasusnya ga sampe segitunya, setidaknya ada percakapan dari sang teman yang ga gegabah juga. Setidaknya ada percakapan interogasi gitu. I think it’s better than seperti langsung ngejudge gitu.

Nah, just let you see the difference aja sih… hehehe… (fiuhhh… ngelap keringet karena pake emosi yang ngetik bagian perasaan ini)

Kemudian, ada satu tokoh  (Getssa) sering-sering disebut-sebut tokoh utama (Raisa). Awalnya gw kira Getssa ini pasti ada hubungan, at least, hubungan darah gitu sama cowonya (Karis). Biasa kan cerita-cerita tanpa diduga yang sering disebut itu punya hubungan dengan tokoh yang di dekatnya. Taunya gw nyerempet-nyerempet antara salah dan benar, hahaha. Bukan hubungan darah, tapi hubungan jauh gitu deh. Ah, susah jelasinnya. Baca aja sendiri, hehehe. Nanti spoilernya mulai melebar.

Plot-plot yang diceritakan di sini begitu tak terduga. Tokoh-tokoh yang mendukung pun sangat mempengaruhi perasaan sang tokoh utama yang dapat membuat para pembaca berpikir siapa yang akan dipilih sang tokoh utama. Oke, gw kesel saat masuk ke bagian ini karena merasa dipermainkan pengarang. Hahahaha. Jadi siapa yang dipilih ya?

Silakan membaca ^^. Beli novelnya or donlod e-book nya dengan mengklik cover di atas.

Minggu, 2 Desember 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: